Senin, 19 Februari 2018 14:09

Sukmawati: Soekarno Sudah Alami Terror Kelompok DI TII

Reporter : Jumadi Kusuma
Sukmawati Soekarnoputri saat menghadiri Kajian Islam Madani bertajuk Kebangsaan Dalam Ancaman Islamisme.
Sukmawati Soekarnoputri saat menghadiri Kajian Islam Madani bertajuk Kebangsaan Dalam Ancaman Islamisme. [Limawaktu]

Limawaktu,- Bangsa Indonesia dalam perjalanan sejarahnya sudah mengalami berbagai ancaman, salah satunya teror dari kelompok ekstrim Darul Islam - Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang dipimpin Kartosuwiryo, demikian pernyataan Sukmawati Soekarnoputri pada Kajian Islam Madani bertajuk Kebangsaan Dalam Ancaman Islamisme yang digelar IJABI dan Komunitas Islam Madani bertempat di Gedung Serbaguna RJA DPR RI Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Saya dari remaja umur enam tahun sudah kena teror oleh kelompok ekstrim. Saya ingat itu dengan rasa takut, cemas, jengkel dan sedih sekali diteror oleh kelompok DI/TII yang dipimpin oleh Kartosuwiryo. Dulu modus operandinya bukan bom tapi granat. Saat Perguruan Cikini mengadakan bazzar dan Presiden Soekarno hadir, mereka beraksi. Berapa banyak yang tewas dan luka-luka dari sekolahan tersebut baik guru maupun murid", kisah Sukmawati mengenang pengalaman pahitnya.

Selain itu menurut Sukmawati, Presiden Soekarno mengalami beberapa kali percobaan pembunuhan, diantaranya saat acara Iedul Adha yang digelar di halaman Istana Merdeka dan Istana Negara, "Disitu diteror lagi oleh kelompok ekstrim yang sama DI/TII, yang ditarget adalah Presiden Soekarno tapi Tuhan Yang Maha Kuasa melingdungi Bung Karno, yang kesamper kupingnya saat itu Mentri Agama KH.Saifuddin Zuhri", tuturnya saat dimintai moderator menanggapi pemaparan dari narasumber.

Adapun narasumber dan tokoh lain yang hadir dalam acara tersebut antara lain Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat (Ketua Dewan Syura IJABI), Prof. Dr. H. Nadhirsyah Hosen (Ketua Rais Syuriah PCI NU Australia), Dr. Zuhairi Misrawi, Dr. Usep Abdul Matin dan putri (alm.) Gusdur Inayah Wahid.