Rabu, 1 Mei 2019 13:25

Sudah Direvitalisasi, Pasar Atas Cimahi Malah Sepi Pembeli

Reporter : Fery Bangkit 
Salah seorang pedagang di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi. 
Salah seorang pedagang di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi.  [ferybangkit]

Limawaktu.id - Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi yang sebelumnya mangkrak memang sekarang telah selesai direvitalisasi, bahkan sudah digunakan pedagang untuk berjualan. 

Ada 507 kios yang disediakan. Sebagian besar sudah terisi oleh pedagang. Awalnya, ada 433 pedagang korban kebakaran tahun 2014 yang diproyeksikan untuk mengisi kios-kios. Namun hanya 370 pedagang yang aktif berjualan, sedangkan sisanya banyak yang sudah berhenti. 

Bukannya ramai dan membuat nyaman, para pedagang malah mengeluhkan kondisi sekarang. Mereka mengeluhkan sepinya pembeli, terutama untuk yang berjualan di zona tiga hingga menyebabkan sebagian pedagang memilih berhenti berjualan. 

"Di ujung utara Zona 3 blok A dan B sepi. Faktor utamanya karena tidak ada akses jalan ke arah itu, parkir ke atas juga belum difungsikan, bangunan kios yang di panggung juga ikut menghalangi. Mereka terpaksa berhenti karena justru rugi," jelas Ketua Paguyuban pedagang PAB, Hana Subiarti saat ditemui, Rabu (1/5/2019). 

Pihaknya mengaku sudah bersurat ke Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) agar menyediakan akses yang memudahkan pembeli mencapai kios penjual di Zona 3 blok A dan B.

"Kami sudah kirim surat ke Kepala Disdagkoperin untuk mengajukan akses jalan dari bekas ATM ke atas, juga yang zona 1 ujung blok A dan F sama belum merata jual belinya," terangnya.

Tak hanya soal sepinya pembeli, para pedagang juga mengeluhkan belum berfungsinya sebagian fasilitas di pasar, seperti eskalator dan beberapa bagian pasar yang mengalami kebocoran. 

"Kalau lift sudah jalan, tapi eskalator belum karena listriknya tidak kuat. Akhirnya pedagang menandatangani perjanjian dengan UPT pasar untuk pasang listrik masing-masing," katanya. 

Kepala Disdagkoperind Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, mengatakan jika aksesibilitas yang bisa dijangkau pembeli sudah semuanya disediakan, sehingga tidak mungkin menambah akses baru.

"Untuk masalah pedagang yang berhenti, nanti kita coba data dulu dan cari tahu permasalahannya apa selain akses itu," ujarnya.

Baca Lainnya