Kamis, 6 Januari 2022 16:26

Sudah 100 Persen, Jalur Kereta Cibatu-Garut Tunggu Izin Kemenhub

Reporter : Iman Nurdin
Sudah 100 Persen, Jalur Kereta Cibatu-Garut Tunggu Izin Kemenhub
Sudah 100 Persen, Jalur Kereta Cibatu-Garut Tunggu Izin Kemenhub [Iman Nurdin]

Bandung (limawaktu.id). --  Reaktivasi jalur Kereta api Cibatu - Garut kota tinggal menunggu perizinan dari Kementerian Perhubungan. Secara kelayakan, jalur kereta api jalur  sudah layak dilalui.

Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat usai mengecekan jalur kereta api. Bandung - Garut, Kamis (6/01/2022).  Pengecekan kesiapan teknis dimulai dari Stasiun Bandung, Cibatu, Pasir Jengkol, Wanaraja, sampai Stasiun Garut Kota, menggunakan kereta inspeksi 4.

Menurut Ridwan Kamil, dia memastikan persiapan reaktivasi jalur kereta api sepanjang 19,5 kilometer itu sudah 100 persen dan siap digunakan.

"Saat ini kita tinggal menunggu administrasi dan perizinan dari kemenhub," ujar  Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil melihat respons masyarakat begitu antusias saat inpeksi jalur kereta api. Saat menyapa warga, mereka berharap agar jalur Bandung -Garut segera diaktifkan.

"Bola sekarang di pak Menteri, nanti saya coba kontak beliau," ujarnya.

Emil, sapaan akrabnya, berharap Kementerian Perhubungan selaku pemegang otoritas agar segera meresmikan jalur tersebut karena sangat dinantikan masyarakat. Saat ini, pengoperasian jalur kereta api Cibatu-Garut tinggal menunggu finalisasi administrasi.

"Kewenangannya ada di Pak Menteri (Perhubungan), saya harap bisa secepatnya menyelesaikan proses administrasi sehingga warga bisa menikmati fasilitas yang dinantikan ini," ucapnya.

Dalam inspeksi tersebut, Kang Emil didampingi Dirut PT KAI Didiek Hartantyo berhenti di tiga stasiun pemberhentian yaitu, Pasir Jengkol, Wanaraja, dan Garut. Menurutnya, tiga stasiun tersebut walaupun kecil tapi memiliki fasilitas modern dan lengkap. Pelayanan kepada masyarakat pun diyakininya akan maksimal dengan hadirnya fasilitas bagi penyandang disabilitas.

"Kami berhenti di tiga stasiun, kecil tapi keren dan pelayanannya modern sekali, bangga saya melihatnya," ujarnya.

Di Stasiun Wanaraja, Kang Emil pun sempat meninjau vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di area stasiun dan di dalam kereta klinik. Sejumlah warga pun menyampaikan harapannya agar jalur kereta Cibatu-Garut segera dioperasikan.

"Tadi saya wawancara warga betul-betul berharap secepatnya dibuka agar perjalanan antar-Garut atau ke Bandung dan Jakarta bisa lebih mudah dan murah," tuturnya.

Adapun tarif yang akan diberlakukan pada jalur tersebut, Kang Emil menyebut untuk lintas Garut tak sampai Rp5 ribu. Sementara dari Garut ke Bandung kemungkinan Rp10 ribu dan Rp40 ribu bagi penumpang yang menuju Jakarta.

"Tarifnya sangat terjangkau, paling antar-Garutnya Rp4 ribu, ke Bandung mungkin Rp10 ribu, ke Jakarta Rp40 ribu, bandingkan dengan kerepotan pakai mobil," tutur Kang Emil.

Kang Emil optimistis, hadirnya jalur kereta Cibatu-Garut selain dapat mengurai kemacetan juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat Garut.

"Saya pastikan kalau ini sudah dibuka, ekonomi Garut akan meningkat pesat," ucapnya.

Setelah jalur Cibatu-Garut ini beroperasi, Kang Emil berharap Kementerian Perhubungan dan PT KAI dapat membuka jalur kereta api lainnya di Jabar, khususnya di wilayah pesisir selatan.

"Tadi berdiskusi dengan Pak Dirut (PT KAI) rencana pengembangan track lainnya termasuk mimpi besar di Jabar selatan," ucapnya.

Baca Lainnya

Topik Populer