Kamis, 26 Maret 2020 11:48

Stop Covid-19, PLN Cimahi Lakukan Trik ini Tagih untuk Bayar Listrik

Foto Istimewa instagram @pln_cimahi
Foto Istimewa instagram @pln_cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id- Cara berbeda dilakukan Perusahaan listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Cimahi dalam mencatat stand meter listrik pelanggan pascabayar untuk bulan Maret.

Mereka tak akan mengirimkan petugas pencatat ke setiap rumah-rumah, melainkan dengan cara melihat hasil tagihan tiga bulan sebelumnya yang kemudian dirata-ratakan untuk tagihan bulan Maret.

Cara itu ditempuh sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), dan berlaku bagi pelanggan di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) serta Margaasih yang berada di bawah pelayanan PLN UP3 Cimahi.

Manajer Area Jaringan PLN UP3 Cimahi, Pilih Kondang menjelaskan, untuk teknis pembayaran bulan Maret, akan dilihat dari gambaran tagihan tiga bulan sebelumnya, yang nantinya akan dirata-ratakan per bulannya. Ia mencontohkan, untuk Desember 10 kWh, Januari 12 kWH dan Februari 9 kWH.

"Maka untuk bulan Maret (10+12+9)/3 bulan=10,33 kWH. Jadi itu yang akan ditagihkan. Sehingga tidak perlu petugas baca meter yang datang-ke rumah-rumah," jelas Kondang saat dihubungi, Kamis (26/3/2020).

Kebijakan tersebut baru akan dilakukan untuk penagihan bulan Maret. Ia berharap kondisi seperti ini cepat berlalu, sehingga petugas pencatat meter bisa kembali normal mendatangi rumah-rumah pelanggan pascabayar.

"Kalau ke depan kondisinya masih sama, kemungkinan untuk tagihan akan dieksekusi seperti bulan ini," ujarnya.

Meskipun kondisinya sedang tak kondusif akibat virus corona, lanjut Kodang, PLN tetap melayani bagi pemohon pasang baru, tambah daya hingga layanan perbaikan ganggun. Namun, masyarakat tak harus datang ke Kantor PLN. Cukup hanya menghubungi call center PLN 123.

"Semua dapat dilayani. Khusus untuk palayan gangguan PLN siap 24 jam. Jaringan juga insya Alloh kami pastikan aman," tegasnya.

Kondang juga mengimbau pelanggan agar tetap waspada terhadap oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini. Apabila ada orang yang mengaku petugas, harap kenali identitasnya dari mulai ID Card hingga surat tugas.

Ditegaskannya, PLN hanya menjual produk berupa energi listrik dan tidak mneawarkan hal-hal di luar kewenangan. Jika ada petugas di lokasi meminta uang dan menawarkan produk, tegas Kondang, berarti itu bukan petugas PLN.

"Karena PLN tidak melakukan transaksi di lokasi maupun di kantor. Semua sudah via bank dan bisa online di mana saja," terangnya.

Akun Eksekutif PLN UP3 Cimahi, Juli Fifi menambahkan, jatuh tempo pembayaran listrik adalah tanggal 20 setiap bulannya. "Jatuh temponya itu tanggal 20 setiap bulannya. Tanggal 21 itu udah masuk tunggakan," tegasnya.

Namun sebelum jatuh tempo, kata Fifi, pihaknya kerap memberikan informasi terhadap pelanggan agar segera melakukan pembayaran. Termasuk nominal yang harus dibayarkan setiap bulannya.

"Sebelum pelanggan jatuh tempo, dikasih tau dulu jumlah yang harus dibayar," ucapnya.

Baca Lainnya