Senin, 17 September 2018 15:08

Soal Perombakan Fasilitas dan Sel Mewah di Lapas Sukamiskin, ini Jawaban Terbaru Kakanwil Kemenkumham Jabar

Reporter : Fery Bangkit 
Pihak Kanwil Kemenkumham Jabar Tengah Menggelar Jumpa Pers di Lapas Sukamiskin, Jalan AH. Nasution, Kota Bandung, Senin (17/9/2018).
Pihak Kanwil Kemenkumham Jabar Tengah Menggelar Jumpa Pers di Lapas Sukamiskin, Jalan AH. Nasution, Kota Bandung, Senin (17/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat mengatakan, tak akan merombak ruangan dan fasilitas yang ditambahkan oleh napi di Lapas Sukamiskin Bandung tidak akan dirombak.

Alasannya, jika dirombak, khawatir akan terjadi kerusakan pada konstruksi bangunan.

Untuk diketahui, kamar di Lapas Sukamiskin jumlah totalnya sebanyak 556 sel. Jumlah itu dibagi tiga cluster berdasarkan luasan yang masih mempertahankan desain jaman Belanda sejak dibangun pada 1918.

Sel yang kecil variasi ukurannya sebesar 250 cm x160cm, 250cm x 157 cm, 252 cm x 160 cm, 257cm x 156 cm. Ruangan ini kebanyakan berada di lantai  bawah. Totalnya ada 463 sel, 122 diantaranya masih tidak berpenghuni.

Lalu, sel berukuran sedang variasi ukurannya 309 cm x 250cm, 323cm x 240 cm, 325cm x 245cm. Kamar sel ini berada di lantai dua Lapas sukamiskin dengan total 41 sel, dua selndi antaranya tidak berpenghuni.

Terakhir, sel yang berukuran besar, variasinya seluas 324cm x 250 cm, 329cm x 250 cm, 330cm x 252cm dan 540cm x 247cm. Total keseluruhan sel besar ini 52 ruangan, dua di antaranya tidak berpenghuni.

Kakanwil Kemenkumham Jabar, Ibnu Chuldun mengatakan hampir semua sel yang ada di Lapas Sukamiskin dalam kondisi rusak berat. Tembok kamar rata-rata sudah lapuk yang membuat air kerap merembes dan kayu sudah rapuh. Ditambah, toilet banyak yang sudah tidak berfungsi.

"Toilet duduk dan eksisting kamar yang saat ini ada, yang sudah pelapis dinding akan dipertahankan keberadaannya. Tidak akan dirombak dan tidak dirobohkan. Tidak mungkin, karena anggarannya ga ada," kata Ibnu saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Jalan AH. Nasution, Kota Bandung, Senin (17/9/2018).

Atas dasar itu, banyak penghuni sel yang melakukan renovasi melapisi tembok dengan plywood atau wallpaper dan mengganti toilet dengan kloset duduk. Seperti ruangan yang ditempati napi korupsi, Setya Novanto.

Meski secara aturan tidak boleh penghuni lapas melakukan menambah dan mengurangi kamar, namun, ia menegaskan tidak akan membongkar kamar yang sudah dilakukan renovasi.

Ia menambahkan, jika dibongkar, kemungkinan besar bangunan akan roboh dan tidak akan bisa dimanfaatkan lagi. Kalaupun bisa, akan membutuhkan anggaran yang lebih besar lagi.

Meski akan mempertahankan bangunan yang sudah direnovasi, ia memastikan tidak akan ada lagi petugas yang memasukan barang mewah, seperti AC, Kulkas, TV atau gawai untuk para napi.

"Kami akan tindak tegas oknum yang melakukan hal itu. Tidak ada lagi toleransi," tegasnya.

Baca Lainnya