Jumat, 10 November 2017 20:22

Soal Pembebasan Tanah Kereta Cepat, Kepala BPN: Harga Ditentukan Tim Appraisal

Reporter : Jumadi Kusuma
Ir. H. Ristendi Rahim, M.Si Kepala Kantor Badan Pertanahan (BPN) KBB.
Ir. H. Ristendi Rahim, M.Si Kepala Kantor Badan Pertanahan (BPN) KBB. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang melewati Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini tengah memasuki tahapan Pembebasan Lahan yang dilakukan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) KBB dan telah membentuk tim Pelaksana dan Satuan Tugas (Satgas), demikian terungkap dalam acara Pembekalan Materi Persiapan Kegiatan Inventarisasi dan Identifikasi Pengadaan Tanah untuk Trase dan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), bertempat di Bale Pare Exhibition Hall, Kota Baru Parahyangan, Padalarang KBB, Jumat (10/11/2017).

Acara yang dihadiri Bupati Bandung Barat H. Abubakar, Sekertaris Daerah H. Maman S. Sunjaya, Dinas terkait, Forkumpimda, para camat dan Kepala Desa yang wilayahnya masuk dalam jalur Proyek KCJB.

Kepala Kantor BPN KBB, Ir. H. Ristendi Rahim, M.Si menyatakan BPN bertanggungjawab untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi bidang-bidang tanah yang masuk dalam trace atau stasion Proyek KCJB di KBB.

"Kewenangan BPN adalah mengambil data teknis seperti ukuran bidang tanah milik masyarakat dan data yuridis tetang riwayat kepemilikan tanah, setelah itu diberikan ke Desa dan PSBI (Pilar Sinergi BUMN Indonesia). Sedangkan yang menentukan harga adalah Tim Appraisal (Konsultan Penilai Aset, red.)," jelas Ristendi Rahim.

BPN hanya menyajikan data teknis dan yuridis, harga menjadi tinggi dan rendah tergantung Tim Appraisal, yang akan menilai zona tanah termasuk bangunan, tanaman dan tingkat kesuburan tanah.

"Sekarang bukan jamannya lagi ganti rugi yang ada ganti untung dan masyarakat harus bisa memanfaatkan dan menikmati Proyek KCJB". (jk)*

Baca Lainnya

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Semoga tidak ada yang dirugikan

10 November 2017 14:10 Balas