Rabu, 21 Maret 2018 14:39

Sisa Hujan Deras Kemarin di Cimahi: Rumah Rusak Hingga Harta Puluhan Juta Masih Tertimbun Reruntuhan

Reporter : Fery Bangkit 
Pondasi rumah Emilia (43), warga Kampung Anggaraja RT 01/07 Kelurahan Cipageran di bagian belakang berukuran sekitar 15x3 meter amblas.
Pondasi rumah Emilia (43), warga Kampung Anggaraja RT 01/07 Kelurahan Cipageran di bagian belakang berukuran sekitar 15x3 meter amblas. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dahsyatnya hujan deras disertai angin yang terjadi pada Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 16.00 WIB menyebabkan sejumlah rumah di Kota Cimahi mengalami kerusakan yang cukup parah.

Tak hanya rumah yang rusak, barang berharga, seperti emas, ATM dan surat berharga lainnya ikut tertimbun reruntuhan rumah dan hingga saat ini belum ditemukan.

Seperti yang dialami Emilia (43), warga Kampung Anggaraja RT 01/07 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

"Yang belum ditemukan uang cash Rp 6,5 juta lebih, gelang kaki, gelang tangan, anting, ATM. Total sekitar Rp 15-20 juta," tutur Emilia saat ditemui di lokasi, Rabu (21/3/2018).

Ia menuturkan, hingga tadi pagi dilakukan pencarian, barang berharganya tersebut tidak kunjung ditemukan. Menurutnya, barang-barang tersebut masih tertimbun reruntuhan. Sementara barang-barang elektronik lainnya nampak sudah rusak semua.

"Pengennya dicari lagi. Siapa tau masih ada," ucapnya.

Tembok pada bagian belakang rumah Dede Latif (40) jebol akibat tidak kuat menahan derasnya air yang masuk.[Limawaktu]

Emilia menceritakan, saat hujan deras kemarin, ia dan suaminya baru tiba di rumahnya pukul 16.00 WIB. Saat itu, air masih tergolong normal.

Setelah masuk ke rumah, dan sempat ke kamar mandi. Tiba-tiba dalam hitungan menit, air langsung masuk ke rumahnya. Ia dan suaminya sempat terjebak di dalam rumah.

"Airnya udah kaya air bah. Tingginya sebahu. Mau keluar rumah juga susah, ngelawan arus," ujar Emilia.

Tak lama setelah berhasil lolos dari kepungan banjir dan keluar rumah, pondasi rumah di bagian belakang berukuran sekitar 15x3 meter amblas. Kemudian merobohkan rumahnya.

"Iya kayanya gara-gara selokannya terlalu kecil, gak kuat naha air. Di jalan depan rumah juga banjir saya liat ada sampai 1,5 meter. Ini paling parah," katanya.

Untungnya, anaknya yang masih balita sudah terlebih dahulu diungsikan ke rumah sodaranya, yang tak jauh dari rumahnya yang ambruk.

Ada pula rumah warga lainnya, tepat berada di belakang rumah Emilia yang mengalami kerusakan. Salah satunya rumah milik Dede Latif (40).

Tembok pada bagian belakang rumahnya jebol akibat tidak kuat menahan derasnya air yang masuk ke rumahnya.

"Kemarin itu airnya ada sekitar 1,5 meter. Jebolnya itu sekitar jam 16.30 WIB," tuturnya.

Menurutnya, air yang menerjang rumahnya berasal dari jalan, dikarenakan selokan tak kuat menampung, akhirnya air yang cukup deras pun masuk ke dalam rumah warga.

"Airnya deras sekali," ucapnya.