Selasa, 30 Oktober 2018 16:56

Simpan Sabu dalam Pampers, WNA Vietnam Terancam Hukuman Mati

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id, Bandung - Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam, Ngo Thi Ngoc Dung (52) terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Dia dinyatakan bersalah membawa sabu-sabu lebih dari lima gram yang disimpannya dalam pampers dari Kamboja ke Kota Bandung.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus penyelundupan sabu di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (30/10/2018). Sidang yang dipimpin Fuad Muhammadi beragendakan pembacaan dakwaan, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

Baca Juga : Cimahi Kota Masuk Zona Merah Kejahatan Narkotika

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (Kejari) Bandung Mumuh Hardiansyah menyatakan, terdakwa terbukti melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima,  menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman, yang beratnya melebihi lima gram.

"Terdakwa ditangkap di Bandara Husein lantaran kedapatan membawa sabu yang disimpannya dalam pampers," kata Mumuh usai persidangan.

Baca Juga : Berawal dari Penyalahgunaan Komix, 22 Juta Generasi Milenial Rentan Terjangkit Narkoba

Penangkapan terdakwa berawal pada Minggu 5 Agustus 2018, sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu petugas bea cukai Bandara Husein Sastranegara Puti Karismanya mencurigai salah seorang penumpang Silk Air dari Singapura menuju Bandung. 

Penumpang tersebut merupakan WNA asal Vietnam dan sebelumnya transit di Kamboja. Kemudian saksi Putu melakukan pemeriksaan barang bawaan terdakwa melalui X-ray, dan saat terdakwa akan digeledah badannya terlihat gugup. Kecurigaan saksi semakin bertambah, hasilnya setelah diperiksa ditemukan empat bungkus plastik klip bening berisi serbuk kristal dalam pampers yang dipakai terdakwa.

Baca Juga : Banyak Pendatang jadi Pengedar Narkoba di Cimahi-KBB

Terdakwa pun langsung dibawa oleh petugas bea cukai, dan dilakukan pemeriksaan. Kemudian saksi melaporkan penemuan tersebut ke Sat Narkoba Polrestabes Bandung. 

Saat diperiksa terdakwa mengaku disuruh menyerahkan sabu sabu tersebut ke Tony (DPO) di Bandung, oleh lelaki tidak dikenal di Kamboja. Terdakwa mengaku diberikan upah 400 USD untuk memberikan narkotika tersebut kepada Toni.

Sementara hasil pemeriksaan laboratorium, jika sebum kristal yang dibawa terdakwa terbukti mengandung methapetamine atau sabu sabu dengan berat bersih sebanyak 197.4656 gram.
Akibat perbuatannya terdakwa dijerat pasal 114 ayat (2) sebagaimana dakwaan pertama, atau kedua pasal 115 ayat (2), atau ketiga pasal 112 ayat (2) Undang-undang Narkotika. 

"Ancamannya maksimal seumur hidup atau hukuman mati," ujarnya. Sidang yang dipimpin Fuad Muhammadi pun ditunda pekan depan.

Baca Lainnya