Nana Suryana (64), Salah Seorang Pedagang Di Pasar Atas, Kota Cimahi.
Nana Suryana (64), Salah Seorang Pedagang Di Pasar Atas, Kota Cimahi. [ferybangkit]
News

Siklus Harga Cabai di Cimahi Stabil Pedas

Limawaktu.id - Siklus harga berbagai jenis cabai di di Kota Cimahi masih bertahan mahal. Memasuki pekan ketiga bulan Juli, harga cabai malah terpantau semakin mahal.

Seperti yang terpantau pada situs resmi harga milik Pemkot Cimahi, uptpasar.cimahikota.go.id pada Rabu (24/7/2019). Cabai merah rata-rata sudah menyentuh Rp 78 ribu per kilogram (kg).

Kemudian cabai merah kriting sudah menyentuh Rp 65 ribu per kg, atau mengalami kenaikan dari sebelumnya yang hanya Rp 60 ribu per kg. Disusul cabai hijau kriting yang naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 41 ribu per kg.

Cabai merah kriting pun rata-rata kini berada pada harga Rp 53 ribu, naik dari sebelumnya yang hanya Rp 50 ribu per kg. Cabai rawit merah pun masih tinggi, yakni Rp 78 ribu per kg. Cabai rawit hijau menjadi harga tertinggi yakni menyentuh Rp 83 ribu, naik dari sebelumnya yang hanya Rp 80 ribu per kg.

Berdasarkan pantauan harga di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara pun, harga sejumlah cabai memang masih sangat tinggi. Seperti yang diungkapkan Ketua Paguyuban pedagang Pasar Cimindi, Asep Rohendi.

"Di tingkat eceran cabe merah itu kisaran Rp 70-80 ribu per kg. Cabe tanjung itu Rp 80-90 ribu per kg. Cabe merah kriting Rp 60-70 ribu per kg," ungkap Asep saat ditemui Rabu (24/7/2019).

Menurut Asep, bertahannya cabai di harga tertinggi itu dikarenakan faktor cuaca yang berdampak pada produktifitas para petani di berbagai wilayah. Sebab, kata dia, dimusim kemarau ini produktifitas cabai cenderung menurun.

"Iya sepertinya karena kemarau. Kalau pemerintah gak turun tangan, bisa aja harganya tetap mahal selama musim kemarau," jelas Asep.

Dikatakan Asep, mahalnya harga cabai memang sudah terjadi dari tingkat distributor sehinggai pedagang eceran pun tidak ada pilihan lain selain mengikuti harga. "Kalau nyetok barang kita sulit, rentan busuk kalau cabe distok," katanya.

Mahalnya harga cabai, lanjut Asep, bukannya membuat pedagang eceran seperti dirinya senang. Sebab, mahalnya harga itu justru membuat daya beli masyarakat juga ikut menurun.

"Yang jelas kuantitas penjualan jadi turun. Saya biasa menjual cabai tanjung sehari 5 kg, sekarang hanya 2 kg," terangnya.

Dengan kondisi seperti ini, para pedagang berharap ada solusi nyata dari pemerintah. Misalnya, kata Asep, mengkaji kemungkinan adanya impor cabai dari negara lain.

"Sekarang harga kan masih mahal seperti minggu-minggu sebelumnya. Kalau mau turun, salah satunya pemerintah harus buka impor," pungkasnya.

Baca Lainnya