GUbernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers terkait pemberdayaan anggota Linmas, di Semarang, Rabu, 30 September 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers terkait pemberdayaan anggota Linmas, di Semarang, Rabu, 30 September 2026. [Istimewa]
News

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Peningkatan Kesejahteraan Linmas

Limawaktu, SEMARANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) . Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan pers pada kegiatan Apel Akbar Aslinmas dan Abpednas di Semarang

Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan para petugas Linmas telah terjalin sejak ia menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta . Pada masa kepemimpinannya di Purwakarta, ia memelopori peningkatkan kesejahteraan Linmas secara bertahap, mulai dari honorarium awal senilai Rp0, naik menjadi Rp150.000, hingga mencapai Rp500.000 per bulan saat ia menjabat sebagai Bupati

“Saya juga memprakarsai program Linmas K3 yang memberdayakan anggota Linmas sebagai petugas kebersihan lingkungan dengan gaji sebesar Rp1,5 juta pada masa itu,” kata Dedi, Rabu, 30 September 2026.

Dia menjelaskan, ketika memimpin Jawa Barat sebagai Gubernur, kebijakan pemberdayaan tersebut berlanjut dengan merekrut banyak anggota Linmas menjadi tenaga kebersihan jalan provinsi yang memiliki upah harian/bulanan sekitar Rp4,2 juta.

“Skema peran ganda (dobel) sangat penting karena insentif dari tugas Linmas semata belum mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas Dedi.

Menurut Dedi, selain pemberdayaan di sektor pemerintah, Gubernur mengimbau sektor industri di Jawa Barat untuk merekrut petugas keamanan (security) perusahaan langsung dari anggota Linmas di lingkungan kampung sekitar. Ia mengoreksi pola rekrutmen yang selama ini cenderung bergantung penuh pada lembaga penyedia jasa atau yayasan

“Saya berharap perusahaan dapat memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada anggota Linmas setempat sebelum diangkat menjadi tenaga keamanan resmi, sebagai bentuk pembukaan lapangan kerja dan upaya nyata mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal,” pungkasnya.

.

Baca Lainnya