Selasa, 26 Maret 2019 10:39

Sidang Lanjutan Kasus Tanah Cibeureum Ditunda Dua Pekan, ini Alasannya

Reporter : Fery Bangkit 
Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tohija Menjalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Penyelewangan Dana Di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, beberapa waktu lalu.
Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tohija Menjalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Penyelewangan Dana Di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, beberapa waktu lalu. [ferybangkit]

Limawaktu.id - sidang lanjutan kasus dugaan penyelewangan dana pembebasan lahan Cibeureum Tahun Anggaran (TA) 2006-2007, dengan terdakwa mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija kembali ditunda.

Seharusnya, sidang lanjutan dilaksanakan 18 Maret lalu, namun ditunda karena terdakwa tengah sakit. Sidang yang seharusnya dilaksanakan 25 Maret pun terpaksa ditunda lagi karena Itoc masih dalam keadaan sakit.

Baca Juga : Berkas Kasus Itoc Sudah Dilimpahkan,  Dua Tersangka Lainnya Kapan? 

"Penundaannya 2 (dua) minggu. Minggu ini juga gak ada sidang. Terdakwa masih sakit," teran Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi, Rama Eka Darma saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (26/3/2019).

Dalam sidang perdana dengan agenda dakwaan 11 Maret lalu di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Itoc terpaksa memakai alat bantu pernapasan, karena memang kesehatannya yang menurun.

Baca Juga : Hadapi Sidang Dakwaan, Mantan Wali Kota Cimahi Kenakan Alat Bantu Pernapasan

Sebelum persidangan Itoc pun sempat meminta izin kepada majelis, jika dirinya mengalami gangguan pernafasan. Alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen ukuran medium sudah disiapkan tim hukum Itoc di ruang persidangan.

"Sidang lanjutannya 2 April," ujar Eka.

Baca Juga : Nama Benny Bachtiar Kembali Masuk Radar Persidangan Dugaan Penyelewengan APBD Cimahi

Itoc sendiri telah divonis tujuh tahun penjara dalam kasus korupsi pembangunan pasar atas baru di Kota Cimahi

Seperti diketahui, kasus penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2006-2007 tersebut berawal saat Pemkot Cimahi melakukan penyertaan modal kepada PDJM dan PT Lingga Buana Wisesa sebesar Rp 87 miliar yang dilakukan secara bertahap.

Namun dalam perjalanannya, pembangunan Pasar Raya Cibeureum berganti konsep menjadi Bandung-Cimahi Junction (BCJ) yang saat itu menjadi Pusat Niaga Cimahi (PNC). Tapi, pembangunan itu mangkrak dikarenakan ada masalah hukum.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Cimahi telah menyita lahan seluas 24,790 meter persegi di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Penyitaan lahan Cibeureum ini sudah berdasarkan penetapan pengadilan untuk dijadikan barang bukti saat persidangan nanti.

Berdasarkan hasil audit dari Badan Pengelola Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat, kerugian negara akibat kasus tersebut mencapai Rp 37 miliar, dari total penyertaan modal yang mencapai Rp 42 miliar.

Baca Lainnya