Rabu, 28 Maret 2018 14:45

Setelah Gedong Asem, Giliran GMPK Dukung Asma desak KPK Usut Dugaan Korupsi Bupati Cianjur

Reporter : Jumadi Kusuma
Ketua DPD GMPK Cianjur Asep Toha.
Ketua DPD GMPK Cianjur Asep Toha. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dukungan untuk mengusut tuntas dugaan korupsi Bupati cianjur Irvan Rivano Muchtar terus mengalir, setelah sebelumnya dilaporkan oleh Aliansi ulama (Asma) ke KPK dan mendapat dukungan trah Gedong Asem, tidak ketinggalan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (gmpk) Cianjur ikut bersuara.

Ketua DPD GMPK Cianjur Asep Toha menegaskan dukungannya terhadap Asma yang telah melaporkan dan mendesak KPK untuk mengusut tuntas dugaan korupsi bupati Cianjur terkait pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Cianjur ke Campaka.

Baca Juga : Ulama Laporkan Bupati Cianjur ke KPK, Diduga Korupsi Pemindahan Pusat Pemerintahan

Menurut Asep, pemindahan Pusat Pemerintahan Cianjur ke Campaka merupakan bentuk arogansi masif yang dilakukan oleh Bupati Cianjur.

"Kajian yang dilakukan oleh konsultan yang tidak sama sekali merekomendasikan pemindahan, tidak diindahkan oleh bupati", tandasnya kepada limawaktu.id, Rabu (28/3/18).

Lebih lanjut Asep menjelaskan indikasi pelanggaran hukum.

"Berbagai aturan perundangan dilabrak, mulai dari aturan tata ruang, mitigasi bencana, penganggaran, dan lainnya", jelasnya.

Cianjur bukan milik Irvan Rivano Muchtar yang dengan seenaknya berbuat tanpa pertimbangan filosofis, yuridis, dan sosiologis, imbuhnya.

"Jangan bersikap seperti raja karena Cianjur masih masuk wilayah NKRI. Jadi taati aturan NKRI. Kecuali dia mau mendeklarasikan keluar NKRI," pungkasnya.

Baca Lainnya