Jumat, 17 November 2017 19:22

Setelah 13 Tahun Jadi Pasutri, Kakek-Nenek ini Baru Punya Buku Nikah dari KUA Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Pasangan Wage-Yaya Anin, saat mengikuti Sidang Isbat Nikah, di Kantor DPRD Kota Cimahi, Jum'at (17/11/2107)
Pasangan Wage-Yaya Anin, saat mengikuti Sidang Isbat Nikah, di Kantor DPRD Kota Cimahi, Jum'at (17/11/2107) [limawaktu]

Wawa dan YayaLimawaktu.id, - Aura kebahagiaan terpancar dari Pasangan Suami Istri (Pasutri), Wage (78) dan Yaya Anih (63). Pasalnya, setelah 13 tahun menikah, mereka baru mengantongi buku nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA) Cimahi, pada Jum'at (17/11/2017).

Buku nikah tersebut diberikan dalam acara Sidang Isbat Nikah, yang diinisiasi Pengadilan Agama Kota Cimahi, bersama Forum Sehat Peduli Kota Cimah di kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita. Acara itu diikuti oleh sekitar 59 pasangan nikah warga Kota Cimahi.

Wawa dan Yaya Anih menikah tahun 2004, setelah mereka sama-sama ditinggal oleh pasangannya masing-masing. Wage dan Yaya yang bertempat tinggal di Ciseupan, Kelurahan Cibeber, mengaku tidak memiliki masalah dengan tidak memiliki buku nikah.

Namun mereka disarankan untuk mengikuti program Sidang Itsbat Nikah sebagai upaya mendapatkan legalitas untuk kemudahan mereka mengurus masalah administrasi.

"Kami sudah 13 tahun menikah dan memang belum punya surat nikah yang resmi. Tapi tidak ada masalah selama ini," ujar Wage.

Serupa dengan Wage, pasangan muda Yudiansyah (35) dan Ika Kartika (33) warga Margaluyu RT 03/02, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, berterimakasih telah difasilitasi oleh pihak terkait untuk mendapatkan buku nikah.

"Kami sangat bersyukur, karena selama ini kalau mau ngurus-ngurus administrasi kependudukan selalu susah apalagi jika sudah punya anak nanti," tuturnya.

Keduanya mengaku belum mengurus buku nikah lantaran tidak tahu bagaimana caranya. Selain itu, mereka juga khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mengurus buku nikah.

"Memang tidak tahu sebelumnya. Mau tanya-tanya sama orang juga malu. Kemarin nikah hanya dihadiri sama pihak keluarga saja," bebernya.

Sebanyak 59 pasangan nikah dari tiga Kecamatan di Kota Cimahi itu belum memiliki surat keterangan nikah resmi dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Cimahi.

Kasi Binmas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, Zulkifli Abubakar, mengatakan, 59 pasangan yang ikut sidang itsbat ini belum memiliki buku nikah yang diterbitkan oleh KUA lantaran berbagai alasan.

"Mereka itu ada yang menikah siri, tidak mampu secara ekonomi, atau karena tidak tahu informasi sehingga sampai sekarang belum punya surat nikah," ucapnya di sela-sela kegiatan, Jumat (17/11/2017).

Menurutnya, dengan mengikuti sidang itsbat ini maka para pasangan itu akan tercatat secara resmi sebagai pasangan suami istri. Sehingga pasangan nikah itu memiliki pengakuan, legalitas, dan kepastian hukum dalam mengurus berbagai persyaratan khususnya dalam administrasi kependudukan.

Wawa dan Yaya

Dia pun meminta agar masyarakat tidak perlu takut mengenai biaya pencatatan nikah. Sebab berdasarkan PP No 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), biaya pencatatan nikah di KUA itu gratis jika dilakukan pada jam kerja.

"Informasi ini yang terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui kalau mengurus pencatatan nikah itu gratis. Yang mahal kan justru biaya pesta nikahnya," tegasnya. (kit)*

Baca Lainnya