Kamis, 8 Desember 2022 21:14

Sepenggal Kisah Paramedis JQR , dari Kandang Kambing hingga Melahirkan di Pengungsian

Reporter : Iman Nurdin
Kisah paramedis JQR membantu para warga pengungsian di lokasi gempa bumi Cianjur.
Kisah paramedis JQR membantu para warga pengungsian di lokasi gempa bumi Cianjur. [Istimewa]

Limawaktu.id,– Banyak kisah menjadj tenaga medis di lokasi bencana gempa bumi Cianjur. Seperti kisah tenaga medis di tempat pengungsian ini di alami pula para medis Jabar yang tergabung Quick Respons (JQR).

Muthia Utami, salah seorang tim medis sekaligus relawan yang pertama kali masuk ke pengungsian di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang. Kehadiran tim medis benar-benar ditunggu warga yang menjadi korban gempa bumi tersebut.

“Kita relawan pertama yang datang ke sana. Kita memberikan pengobatan, mereka mengungsi yang lokasi persawahan gitu,” ungkap Muthia

Saking senangnya, Muthia mengungkapkan warga pun ikut membantu mendirikan tenda untuk medis. Walau jujur, Muthia yang pertama kali turun menjadi tim medis, awalnya merasa khawatir.

“Kebencanaan ikut relawan tim medis ini baru pertama kali, pengalaman pertama awalnya khawatir tapi setelah melewati ya jadi terbiasa. Pengalaman ini tidak bisa dilupakan, saya sangat terketuk hati melihat warga tidur di tenda, ada yang nangis kehilangan sanak saudaranya,” paparnya.

Hal sama dirasakan juga oleh Fauziah, dirinya sempat ke pengungsian warga yang tinggal di kendang kambing. Kata Fauziah mereka terpaksa harus tinggal di pengungsian kambing karena lebih aman.

“Saya masih terbawa suasana melihat warga harus mengungsi ke pengungsian ternak kambing, sedih juga melihat warga tinggal di sana, bayi dan lansia yang terpaksa tinggal di sana juga,” ungkap Fauziah.

Fauziah pun memberikan anjuran kepada para ibunya untuk mengungsi ke lebih aman dan nyaman agar kesehatan bayinya tetap sehat.

Sementara itu, cerita lain dari Iqbal dan Jalal, mereka dihadapkan seorang ibu yang akan melahirkan di pengungsian dan jauh dari rumah sakit. Beruntung setelah dibantu JQR, ibu yang belakangan diketahui bernama Nurjanah ini, bisa dirujuk ke rumah sakit. Tak berselang lama berhasil melahirkan buah hatinya.

“Saya tiga hari tinggal di posko bersama Jalal, Muthia dan Fauziah. Tinggal di sana 3 hari, namun di hari kedua mendapati ibu hamil kontraksi hebat, akses pengungsian ke akses kesehatan sangat jauh. Posko jalan setapak, terus ada reruntuhan relawan bawa tandu agak kesusahan saat evakuasi bu Nurjanah. Alhamdulillah kita tanggap cepat, 15 menit sudah sampai ke RS dan kemudian lahir normal melahirkan bayi laki-laki,” kisah .

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer