Jumat, 2 Maret 2018 13:18

Sensitif Soal Penganiayaan Terhadap Ustadz, Polres Cimahi akan Intensifkan Pengamanan

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara.
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Untuk mencegah teror hingga penganiayaan terhadap ulama, kiyai atau ustadz, Polres Cimahi terus merangkul para tokoh agama yang berada di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, pihak Polres Cimahi juga akan mengintensifkan pengamanan di rumah-rumah ibadah yang tersebar di dua wilayah tersebut. Upaya itu dilakukan dalam rangka mencegah penganiayaan kepada ustaz oleh orang tidak dikenal.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan sejauh ini di wilayah Cimahi masih kondusif, tidak ada penganiayaan terhadap ustadz atau ulama. Pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait terus melakukan pendekatan dan merangkul kepada tokoh agama dan rumah ibadah.

Baca Juga : Teror Terhadap Pemuka Agama Terjadi di Cimahi

"Di wilayah Cimahi kondusif, tidak ada yang menonjol. Kita antisipasi. Kami bekerjasama dengan instansi terkait baik pemda maupun TNI," ujarnya di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Jum'at (2/3/2018).

Peristiwa penganiayaan terhadap ustadz beberapa waktu lalu sering terjadi dan marak di berbagai wilayah. Dengan para pelaku yang tidak dikenal dan dianggap gila. Aparat kepolisian beberapa kali berhasil menangkap pelaku penganiayaan kepada ustadz. Bahkan, pelaku kerap langsung dicap orang gila. Khusus di Kota Cimahi, aksi teror terhadap pemuka agama sempat didapat salah seorang Pondok Pesantren di sekitar Cibabat.

Baca Juga : Teror Terhadap Pemuka Agama Dirasa Aneh

Menurut Rusdy, kerjasama dilakukan dengan tokoh-tokoh agama untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti adanya penganiayaan terhadap ustadz. "Setiap shalat lima waktu di mesjid, kita lakukan penjagaan," ungkapnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat dan anggota kepolisaan untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan terlebih dahulu menyaring informasi yang ada dan beredar. "Jangan mudah untuk menerima informasi tanpa terlebih dahulu disaring bahkan disebar dan dikomentari. Hal negatif langsung di skip saja," ungkapnya.

Baca Lainnya