Selasa, 28 Agustus 2018 16:41

Sempat Ditolak, ini Penjelasan Dinkes Kota Cimahi Soal Vaksin Campak

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Tengah Melakukan Vaksin Campak Terhadap Anak Sekolah
Petugas Tengah Melakukan Vaksin Campak Terhadap Anak Sekolah [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Dinas Kesehatan Kota Cimahi menegaskan, Imunisasi vaksin campak yang diberikan terhadap anak tidak mengandung bahan berbahaya.

Penegasan itu untuk menjawab ramainya pemberitaan ketakutan para orang tua apabila vaksin tersebut palsu dan belum memiliki sertifikat halal. Terlebih lagi, saat ini tengah berjalan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Baca Juga : Dinkes Cimahi Sasar 9.500 Anak Sekolah di BIAS Vaksin Campak

Fitriani Manan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengakui, selama proses pemberian vaksin campak pada BIAS ini, pihaknya sempat mendapat penolakan. Tapi, hal tersebut bisa diatasi dengan pemberian pemahaman.

"Kalau penolakan ada terutama di sekolah sekolah yang berbasis agama," kata Fitriani saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Selasa (28/8/2018).

Dikatakannya, adanya penolakan itu tak lantas membuat pihaknya mundur untuk mengkampanyekan imunisasi vaksin campak. Apalagi vaksin memiliki manfaat untuk menambah kekebalan tubuh.

Pihaknya langsung membentuk tim untuk mendatangi sekolah yang menolak untuk memberikan pemahaman tentang manfaat vaksin serta meluruskan informasi yang beredar.

"Kita keliling ke sekolah yang menolak. Kita datang sosialsiasi, kita pendekatan lagi ke sekolah," ujarnya.

Dikatakannya, memang semua vaksin, termasuk vaksin campak memang belum memiliki sertifikat halal. Tapi, tegas dia, belum berarti itu haram dan palsu. Terlebih lagi, vaksin campak itu dibuat dari pembiakan telur ayam. Terlebih lagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerbitkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

"Sedangkan telur ayam ini kita makan sehari hari, tidak ada yang haram di dalamnya. Semua vaksin itu belum ada sertifikatnya tapi bukan berarti haram," tegasnya.

Terakhir, Fitriani meminta jika ada warga yang membutuhkan penjelasan tentang vaksin, pihaknya bersedia untuk datang dan menjelaskan perihal keabsahan vaksin campak dan sebagainya.

Baca Lainnya