Sabtu, 10 Maret 2018 17:41

Seminar Mengupas Polemik Vaksin di Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
'Seminar Polemik Vaksin' di Aula Gedung Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi pada Sabtu (10/3/2018).
'Seminar Polemik Vaksin' di Aula Gedung Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi pada Sabtu (10/3/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Gerakan tentang manfaat vaksin terus menggema dalam acara 'seminar polemik Vaksin' di Aula Gedung Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi pada Sabtu (10/3/2018).

Seminar yang digagas Himpunan Mahasiswa Analis kesehatan (D-3) Stikes Achmad Yani Himpunan Mikrobiologi Institute Teknologi Bandung (ITB) tersebut menghadirkan sejumlah pakar ahli tentang vaksin dan 250 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Di antaranya, Neni Nurainy dari PT Biofarma, Ernawati Arifin Giri dari Program Studi Mikrobiologi ITB, Diki Hilmi Dosen Stikes Analis Kesehatan Achmad Yani, Indria Astuti Dosen Kebidanan Stikes Achmad Yani serta KH Allan Nur Ridwan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Bambang Wiryadi sebagai Ketua BPH Stikes Analis Kesehatan Achamd Yani.

Patricia Gita Naully, Pembina Himpunan Analis Stikes Achmad Yani menjelaskan, seminar ini bermula dari keprihatinan terhadap sejumlah stigma yang menyatakan bahwa vaksin itu berbahaya. Bahkan, menurut kabar yang beredar, sudah muncul 'gerakan anti vaksin'.

Atas permasalahan tersebut, lewat seminar 'Polemik Vaksin' ini, semua permasalahan tentang vaksin akan dikupas oleh para ahli dan pakar. Termasuk berdasarkan pandangan Islam untuk membahas halal dan haramnya vaksin.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar memahami bagaimana produksi vaksin, apa yang dimaksud dengan vaksin rekombinan, bagaimana cara menguji efektivitas vaksin, pandangan Islam terhadap vaksin dan keamanan vaksin bagi anak usia dini,” jelas Patricia disela-sela seminar.

Menurutnya, adanya sekelompok masyarakat yang takut terhadap vaksin disebabkan karena kurangnya pemahaman. Khususnya manfaat yang didapat setelah dilakukan vaksinasi.

Untuk itu, pihaknya berharap setelah acara seminar ini, apa itu vaksin bisa dipahami oleh semua kalangan. Terutama oleh peserta yang ikut seminar kali ini. Lewat peserta, diharapkan pengetahuan yang didapatnya bisa disalurkan kepada masyarakat luas.

Sehingga dengan tranformasi informasi yang didapat tentang vaksin, diharapkan stigma negatif tentang vaksinasi bisa hilang dibenak masyarakat.

“Seminggu setelah acara seminar ini, kami akan melaksanakan kegiatan pengabdian terhadap masyarakat di Karangmekar, Kota Cimahi. Kami akan melakukan penyuluhan,” pungkasnya.

Baca Lainnya