Selasa, 8 Januari 2019 16:59

Selundupkan Sabu, WNA Asal Vietnam Divonis 12 Tahun Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam Ngo Thi Ngoc Dung (52) terdakwa penyelundupan sabu.
Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam Ngo Thi Ngoc Dung (52) terdakwa penyelundupan sabu. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam Ngo Thi Ngoc Dung (52) hukuman divonis 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider kurungan tujuh bulan. 

Vonis itu lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (kejari) Bandung

Baca Juga : Simpan Sabu dalam Pampers, WNA Vietnam Terancam Hukuman Mati

Hal itu terungkap dalam sidang kasus penyelundupan sabu di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (8/1/2019). Sidang yang dipimpin Fuad Muhammadi beragendakan pembacaan putusan. 

Dalam amar putusannya, Fuad menyatakan terdakwa terbukti bersalah melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman, yang beratnya melebihi lima gram sebagaimana dakwaan pertama pasal 114 ayat (2) undang-undang narkotika.

Baca Juga : Transmart Cimahi jadi Lokasi Transaksi Narkoba Senilai Rp 1,5 Miliar

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 12 tahun, denda Rp 1 miliar, subsidair kurungan tujuh bulan," katanya. 

Vonis yang diberikan majelis lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Bandung Mumuh Ardiansyah, yakni hukuman penjara 14 tahun, denda Rp 1,5 miliar, subsidair kurungan enam bulan penjara. 

Baca Juga : Lima Pengedar Gagal Edarkan Ganja Asal Aceh di Bandung Jelang Akhir Tahun

Dalam uraiannya, majelis menyebutkan Penangkapan terdakwa berawal pada Minggu 5 Agustus 2018, sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu petugas bea cukai Bandara Husein Sastranegara Puti Karismanya  mencurigai salah seorang penumpang Silk Air dari Singapura menuju Bandung. Penumpang tersebut merupakan  WNA asal Vietnam dan sebelumnya transit di Kamboja.

Kemudian saksi Putu melakukan pemeriksaan barang bawaan terdakwa melalui X-ray, dan saat terdakwa akan digeledah badannya terlihat gugup. Kecurigaan saksi semakin bertambah, hasilnya setelah diperiksa ditemukan empat bungkus plastik klip bening berisi serbuk kristal dalam pampers yang dipakai terdakwa. 

Terdakwa pun langsung dibawa oleh petugas bea cukai, dan dilakukan pemeriksaan. Kemudian saksi melaporkan penemuan tersebut ke Sat Narkoba Polrestabes Bandung. 

Saat diperiksa terdakwa mengaku disuruh menyerahkan sabu sabu tersebut ke Tony (DPO) di Bandung, oleh lelaki tidak dikenal di Kamboja. Terdakwa mengaku diberikan upah 400 USD untuk memberikan narkotika tersebut kepada Toni.

Sementara hasil pemeriksaan laboratorium, jika sebum kristal yang dibawa terdakwa terbukti mengandung methapetamine atau sabu sabu dengan berat bersih kurang lebih 1 kilogram.

Baca Lainnya