Senin, 24 September 2018 12:36

Selain Divonis 6,5 Tahun Penjara, Mantan Bupati Subang juga Terancam Disita Hartanya

Reporter : Fery Bangkit 
Persidangan kasus suap perizinan di Subang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Neger (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (24/9/2018).
Persidangan kasus suap perizinan di Subang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Neger (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (24/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih terancam didita harta bendanya jika tak membayar uang pengganti sebesar Rp 410 juta. Atau diganti kurungan penjara selama satu tahun.

Uang pengganti harus dibayarkan Imas setelah dalam dakwaan jaksa dirinya menerima uang dari seorang pengusaha bernama Puspa Sukrisna sebesar Rp 410 juta. Ia pun dijanjikan akan diberikan uang Rp 1 miliar apabila izin prinsip dan izin lokasi PT Putra Binaka Mandiri dan PT Alfa Sentra Property dikeluarkan Imas melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Subang.

Baca Juga : Fakta Baru Persidangan Kasus Suap Eks Bupati Subang

Imas sendiri baru menjalani sidang vonis dalam kasus Persidangan suap perizinan di Subang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Neger (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (24/9/2018).  Ia divonis hukuman hukuman 6,5 tahun, denda Rp 500 juta, subsider kurungan tiga bulan.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Dahmiwirda menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan sebagaimana di atur dalam dakwaan alternatif pertama, yakni pasal 12 hurup a.

Baca Juga : Lingkaran Suap di Subang, Saksi Seret Anak Kandung eks Bupati Imas

"Menjatuhkan hukuman enam tahun enam bulan, denda Rp 500 juta, subsider kurungan tiga bulan," katanya.

Sebelum membacakan putusannya, majelis juga menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Sementara untuk yang meringankan, terdakwa bersifat sopan, belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga, sudah lanjut usia, dan sering sakit.

Vonis yang diberikan majelis lebih ringan dari tuntutan JPU KPK, yakni Penjara selama delapan tahun, denda Rp 500 juta, subsider kurungan enam bulan. Atas putusan tersebut, baik terdakwa ataupun tim jaksa sama-sama mengambil sikap pikir-pikir.

"Menerima hadiah berupa uang sejumlah Rp 300 juta dan fasilitas kampanye pemilihan Bupati Subang periode 2018-2023 sejumlah Rp 110.922.000 sehingga seluruhnya berjumlah Rp 410.922.000," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung sebelumnya.

Uang yang diterima Imas tersebut sebagian besarnya dipergunakan untuk keperluan kampanye dirinya yang mengikuti kembali pemilihan Bupati Subang. Selain itu, Imas juga disebut memberikan sejumlah uang kepada beberapa pihak, dari mulai kepala dinas hingga supir pribadi terdakwa.

"Bahwa setelah menerima uang sejumlah uang dan fasilitas kampanye untuk pemilihan Bupati Subang dan janji sebagaimana telah diuraikan di atas, pada 2 Februari 2018 terdakwa menandatangani izin prinsip untuk PT Putra Binaka Mandiri dan PT Alfa Sentra Property," ujar jaksa.

Atas perbuatannya, Imas diancam dengan Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Baca Lainnya