Senin, 16 Juli 2018 15:03

Sejak Januari, Angka Musibah Kebakaran di Cimahi Capai 30 Lebih

Reporter : Fery Bangkit 
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada rumah tinggal di Komplek Town Palace, Jln. Sentral Timur, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (16/7/2018) pukul 00.45 WIB.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada rumah tinggal di Komplek Town Palace, Jln. Sentral Timur, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (16/7/2018) pukul 00.45 WIB. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Satpol PP dan Pemadam kebakaran Kota Cimahi mencatat, peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Cimahi sudah mencapai 34 kejadian. Catatan tersebut dihimpun sejak Januari hingga 16 Juli 2018.

Sementara untuk total penanggulangan kebakaran yang ditangani Damkar Kota Cimahi mencapai 40 kejadian. Rinciannya, 34 kebakaran di Cimahi, tiga di Kabupaten Bandung, dua di Kota Bandung dan satu kejadian di Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga : 2 Rumah di Pemukiman Padat Terbakar

"Penyebabnya itu ada yang arus pendek listrik, konsleting listrik, tabung gas, pembakaran sampah dan lain-lain," terang Dadan Darmawan, Kasatpol PP dan Damkar Kota Cimahi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (16/7/2018).

Dikatakannya, selain melayani pemadaman dan penganggulangan di wilayah Kota Cimahi, pihaknya juga kerap memberikan bantuan kepada wilayah tetangga. Begitu pun sebaliknya, bila ada kejadian kebakaran di Kota Cimahi, Damkar kerap mendapat bantuan dari wilayah lain.

Baca Juga : Rumah Terbakar, Satu Orang Tewas

Untuk mengantisipasi musibah kebakaran, khususnya musim kemarau seperti ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat perihal ancaman kebakaran saat musim kemarau. Selain itu, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat selalu waspada dalam penggunaan api.

"Himbauan supaya masayarakat hati-hati. Misalkan menghindari pembakaran sampah," imbuhnya.

Baca Juga : Rumah Kontraan Terbakar, Nenek Lisda Alami Luka Bakar

Dadan menjelaskan, saat musim kemarau, biasanya wilayah yang paling rentan terjadinya kebakaran ialah di pemukiman padat dan daerah lahan kosong yang banyak tumbuhan kering.

"Yang paling rawan itu, melihat kejadian akhir-akhir ini daerah lapang terbuka yang tidak terlalu terawat (banyak alang-alang). Biasanya dipicu seperti anak-anak main api, puntung tokok. Ini memang potensial musim kemarau, angin kencang sehingga potensi lebih besar," jelasnya.

Untuk kesiapan, tegas Dada, personel Pemadam Kebakaran Kota Cimahi selalu siap melayani masyarakat apabila ada kejadian yang tidak diinginkan, seperti kebakaran.

"Damkar standby, satu regu 15 (personel) tiap hari. Saat ada kejadian, ada laporan, langsung gerak cepat," tandasnya.

Baca Lainnya