Selasa, 6 Februari 2018 12:43

SDN Mangkrak di Cimahi jadi Lahan Parkir Warga

Reporter : Fery Bangkit 
Pembangunan SD Negeri Baros Mandiri III yang mangkrak kini menjadi lahan parkir warga.
Pembangunan SD Negeri Baros Mandiri III yang mangkrak kini menjadi lahan parkir warga. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Lokasi pembangunan sekolah SD Negeri Baros Mandiri III di RT 02/10 Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi kini dijadikan tempat penyimpanan mobil dan barang mebel milik warga setempat.

Sekolah yang dirintis sejak tahun 2014 itu dibiarkan mangkrak hampir tiga tahun. Anggaran yang dihabiskan pun mencapai Rp 5,6 miliar. Itu belum termasuk anggaran pengadaan lahan yang dibeli dari warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi pembangunan sekolah, Selasa (6/2/2018), tiang kontruksi yang berwarna hijau tampak mulai berkarat. Bagian lantai satu bangunan pun sudah ditanami rumput dan dijadikan tempat penyimpanan mobil dan bahan bangunan mebel. Sementara lantai dua yang sudah dilakukan pengecoran, nampak tidak terurus sama sekali.

Olih (72), warga setempat menyayangkan pembangunan sekolah itu berhenti. Ia tidak mengetahui apa alasan pembangunan belum diteruskan oleh Pemerintah Kota Cimahi. Padahal, jika sudah jadi, itu akan sangat bermanfaat bagi warga sekitar.

“Sayang, terlalu lama, keburu karatan. Kenapa gak diterusin aja?,” tuturnya saat di lokasi, Selasa (6/2/2018).

Ia berharap, Pemerintah Kota Cimahi segera merealisasikan pembangunan lanjutan. Pasalnya, ia secara pribadi resah lokasi sekolah dijadikan tempat anak muda-mudi melakukan aktifitas negatif, khususnya di lantai dua.

“Resah, bisi dipake yang gak bener. Saya pernah lihat ada yang bawa istri ke atas (lantai dua),” katanya.

Dikatakannya, ia tahu betul bagaimana awal pembangunan SD Negeri Mandiri III itu. Jauh sebelum dibangun, lokasi merupakan lahan kosong dan kolam ikan.

“Ini diratakan, banyak tanahnya juga untuk nimbun balong (kolam),” ujarnya.

Namun, setelah dibangun, malah seperti tidak ada niatan dari pemerintah untuk melanjutkan pembangunan. Buktinya, sekarang lokasi pembangunan terlihat tak terurus. Kontruksinya sudah nampak berkarat. Kini, lokasi itu dimanfaatkan warga untuk menyimpan mobil dan bahan mebel.

“Sekarang dipake mebel,” ucapnya.