Selasa, 23 Januari 2018 10:56

Satapok, Usaha Pemkab Bandung Tangani Citarum

Reporter : Yulie Kusnawati
Bupati Bandung Dadang Naser menanam pohon di bantaran Sungai Citarum.
Bupati Bandung Dadang Naser menanam pohon di bantaran Sungai Citarum. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Untuk menuju Bandung bersih sampah 2020, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menggulirkan sejumlah program sebagai penanganan lingkungan di hulu sungai Citarum, yakni optimalisasi upaya konservasi yang meliputi Gerakan SATAPOK (Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan) dan Pengembangan Kampung Konservasi Tematik menuju “Kabupaten Bandung 1000 kampung”.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan, dirinya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung, TNI serta masyarakat saling bahu membahu sabilulungan untuk terwujudnya pembangunan lingkungan yang lebih baik. Sehingga, sebagai inisiator penanganan Citarum dengan Komprehensif, Ia semakin gencar melakukan penataan hulu sungai Citarum.

"Selain itu, kami juga telah melakukan program lain yang mendukung yaitu dilakukannya program optimalisasi peran serta dan partisipasi masyarakat melalui beberapa kegiatan, seperti hadirnya Kampung Sabilulungan Bersih (Saber), Program RW Zero Waste, Penguatan Kapasitas Pengolahan Sampah Bagi 4 Pilar Desa serta Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah, upaya Konservasi / Perlindungan Mata Air dan Sumber Daya Air," kata Dadang saat memberikan keterangannya, Selasa (23/1/2018).

Menurutnya, program satapok, merupakan konsep bahwa pohon yang ditanam wajib hidup, oleh karena itu pohon tersebut harus ada pemiliknya, tapi apabila pemilik pohon tersebut jauh dari lokasi rumah, harus ada pemeliharaan. Sehingga pihaknya pun telah menyiapkan 120 orang dari LMDH untuk menguasai satu petak atau 80 pohon, dan pemilik harus menitip uang sebesar Rp 25 ribu per pohon.

"Konsep leuweung Hejo rakyat Ngejo dengan satapok, sudah diawali dengan begitu penanaman masyarakat dapat uang. Dalam waktu enam bulan pohon tersebut tumbuh, lalu akan diberikan sertifikat pohon dan diakhir tahun akan ada nilai tunai dan satu tahun pohon akan diganti sebesar 100 ribu dari dana CSR," ucapnya.

Dadang juga mengaku, bahwa pohon-pohon untuk program satapok akan diberikan oleh dinas, namun untuk saat ini, katanya, pohon tersebut hanya diperuntukan lahan kritis, supaya dijamin konservasi berhasil. "Diawal dapat pemeliharaan, ditengah dapat sertifikat dan diakhir mendapatkan uang, dan sertifikat ini dapat diagunkan untuk pinjaman," jelasnya.

Selain itu, lanjut Dadang, hulu Sungai Citarum mempunyai Situ Cisanti, dan nanti pada tanggal 1 Februaru 2018 mendatang akan di canangkan oleh Presiden, sehingga pihaknya telah melakukan koordinasi dengan. Pihak Perhutani dan PJT yang akan di perkuat menjadi arboretum.

Lebih lanjut lagi Dia menjelaskan, Arboretum merupakan suatu kawasan untuk mengembalikan pungsi vegetasi dengan penanaman kembali dengan tanaman endemik yang sudah hilang. Sehingga, kedepannya akan menjadi rintisan taman hutan raya milik Kabupaten Bandung yang akan di pusatkan di Situ Cisanti.

"Kedepannya akan ada tahura Cisanti, mudah-mudahan nanti pada moment Presiden, sehingga tahuranya bisa di canangkan langsung oleh Presiden, karena mulai hari ini pihaknya sudah tugaskan Kabid Konservasi, konsultasi untuk mengarah ke rencana taman hutan raya," jelasnya. (lie)