Selasa, 21 Mei 2019 15:48

Sahur atau Buka Puasa Bareng jadi Suasana yang Ditunggu Keluarga Ngatiyana

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id - Bulan Ramadan menjadi sesuatu yang sangat ditunggu keluarga Wakil Wali Kota Cimahi Letkol Infanteri (Purn) Ngatiyana. Betapa tidak, suasana ramadan bagi keluarga ini menjadi sangat istimewa ketika seluruh anggota keluarga bisa kumpul Bersama saat santap sahur atau waktu berbuka puasa.

Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, puasa tahun ini menjadi tahun kedua baginya menjabat sebagai Wakil Wali kota Cimahi sejak dilantik pada Oktober 2017. Suasana kebersamaan keluarga saat bulan puasa sangat terasa.

Baca Juga : Ada Keributan Jelang Buka Puasa Kemarin, Korbannya Oknum LSM

“Sebenarnya puasa menjadi hal yang biasa dilakukan keluarga kami, saat bulan puasa suasana menjadi terasa lebih tenang,” kata Ngatiyana.

Tiga dari empat anaknya masing-masing Pipit Pratiwi, Winda Yuliandini, Satria Dharma Kusuma mengakui suasana sahur atau berbuka menjadi waktu yang sangat ditunggu.  

Baca Juga : Sabhara Polres Cimahi Bakal Sasar Pak Ogah

“Sejak saya menjadi wakil wali kota, selain keluarga kami, keluarga dari luar juga ikut buka puasa bersama, kadang ada yang tidur disini dan sahur bareng,“ jelasnya.

Untuk urusan puasa ini, Ngatiyana menanamkan agar anak-anaknya bisa menjalankan ibadah puasa dengan rajin, dikeluarganya peran anak pertama dan kedua yang sangat disiplin membantunya dalam membina keluarga untuk menjalankan ibadah.

Baca Juga : Eratkan Silaturahmi, Wali Kota Cimahi Gelar Tarling

“Anak kedua ini lebih disiplin, ketika berada diluar rumah, Pipit Pratiwi sering mengingatkan adik-adiknya untuk menjalankan ibadah termasuk salat.  

“Lewat telpon dia sering cek adik-adiknya apakah sudah menjalankan salat atau belum,” paparnya.

Ngomong-ngomong soal menu puasa, Opor ayam menjadi menu favorit anak ketiga keluarga Ngatiyana Winda Yuliandini, sedang Pipit lebih suka dengan ikan goreng saat buka puasa, sementara anak bungsu Satria Darma lebih senang buka puasa diawali dengan minum susu atau air putih.  

“Kalau Bapak setiap puasa pasti lebih suka dengan tempe bacem, dan itu menjadi kesukaannya sejak dulu," ungkap Midjiati Ningsih, istri Ngatiyana.

Midjiati berharap suasana kebersamaan saat buka puasa atau sahur menjadi yang diinginkannya, tetapi hal itu selalu bisa dilakukan karena anak pertama sudah berkeluarga dan kedua sudah bekerja.

“Meskipun saat sahur atau berbuka kami tak bisa selalu kumpul, tapi ada keluarga lain yang melengkapi suasana ramadan,” pungkasnya.

Baca Lainnya