Sabtu, 20 Januari 2018 18:37

Rp 30 Triliun untuk Citarum, Tapi Tetap Kotor dan Hitam

Reporter : Jumadi Kusuma
Eka Santosa Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Eka Santosa Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. [Istimewa]

Limawaktu.id,- Selama kurun waktu 10 atau 12 tahun terakhir tidak kurang dari 30 triliun dana negara baik yang berasal dari APBN, APBD maupun dalam bentuk pinjaman digelontorkan untuk menangani masalah pencemaran sungai citarum akan tetapi Citarum tidak lebih baik, demikian pernyataan Eka Santosa Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum kepada limawaktu.id, Sabtu (20/1/18).

Menurut Eka, data tersebut berdasakan penelitian terhadap dokumen kebijakan yang ia miliki, karenanya ia merasa prihatin yang mendalam.

Baca Juga : Kodim 0609 Bersihkan Sungai Citarum

"Pembiayaan yang begitu besar yang dialokasikan negara dalam kurun waktu 12 tahun untuk penanganan Citarum tetapi kenyataan dilapangan kondisi sangat memprihatinkan".

"Saya sebagai orang Jawa Barat, orang Sunda yang memiliki sejarah kebudayaan tentang fungsi-fungsi sungai terutama Citarum yang mendapat predikat sungai terkotor sangat mencoreng peradaban sebagai bangsa, cerminan ketidakmampuan memperlakukan alam dengan baik, koreksi bukan hanya untuk masyarakat tapi juga para pengambil kebijakan terutama didaerah yang teraliri sungai Citarum", tandas Eka yang juga Ketua Umum DPP GERAKAN HEJO.

Baca Juga : Diduga Terbawa Arus Sungai Citarum , Seorang Lelaki Menghilang

Eka tidak percaya adanya kemauan politik pemerintah daerah dalam menangani sungai Citarum, karenanya ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo yang cepat bersikap untuk menangani masalah Sungai Citarum.

"Terimakasih saya sampaikan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden yang begitu cepat dan langsung menyikapi untuk menangani secara serius sungai Citarum yang kemudian didelegasikan kepada Menkomaritim (Luhut Panjaitan, red.), yang pelaksanaannnya Kepada Pangdam Siliwangi Doni Monardo dengan langkah-langkah kongkrit dilapangan", pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer