Kamis, 11 Januari 2018 15:22

Rp 1,9 M untuk 8 SLBM

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Agus Hapriadi, kepala DPKP.
Agus Hapriadi, kepala DPKP. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi memastikan, tahun 2018 ini akan membangun Sanitasi Limbah Berbasis Masyarakat (SLBM).

Bocoran awal, pembangunan SLBM akan dilakukan di lima titik. Yakni Citeureup, Cibabat, Melong dan Cipageran dua titik.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Agus Hapriadi mengatakan, lima lokasi tersebut belum pasti. Pasalnya, pihaknya harus kembali melakukan sosialisasi perihal pembangunan dan fungsinya.

"Jakarta (pemerintah pusat) minta awal Maret sudah ada keputusan lokasi pastinya," ujarnya saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (11/1/2018).

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan SLBM di lima titik tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang mencapai Rp 1,9 miliar.

Tahun 2017 lalu, Pemerintah Kota Cimahi pun sudah membuat SLBM di delapan titik di Kota Cimahi. Anggarannya pun bersumber dari DAK yang mencapai Rp 2,8 miliar.

"Satu titiknya itu sekitar Rp 360 juta," terang Agus.

Total sejak tahun 2011, lanjut Agus, SLBM yang sudah dibangun di Kota Cimahi mencapai 40 titik.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar mengatakan, tantangan saat ini bagi Pemerintah Kota Cimahi ialah bagaimana merubah pola pikir masyarakat agar mau memanfaatkan sanitasi sebagai tempat pembuangan limbah.

“Yang paling terpenting bagaimana merubah mindset masyarakat ini yang paling sulit,” ujarnya.

Sampai saat ini, terang Benny, masih banyak masyarakat yang membuang limbahnya ke sungai langsung. Imabsnya, limbah tersebut diklaim bisa mencemari sungai sekitar 70%.

Selain itu, dari sanitasi yang sudah dibangun, kesadaran masyarakat dalam memelihara dan menggunakan sanitasi masih kurang. Contohnya, untuk biasa pemeliharaan yang hanya Rp 10 ribu per bulan saja masih sulit.

“Justru pemerintah kota melakukan hal ini tujuannya adalaha bagaimana aliran sungai menjadi bersih dan termanfaatakn dengan baik melaui pengelolaanaan air limbah domsetik, pembuangannya melaui air lrimbah domsetik,” jelas Benny.

Targetnya, kata Benny, 10 ribu sambungan rumah limbah domestik bisa terpasang hingga 2019 sesuai yang direncanakan oleh pemerintah pusat.

“Walaupun kita agak sedikit pesimis, tapi kita tetap akan beruapya semaksimal mungkin supaya target yang dibebankan pemerintah pusat bisa terpneuhi dengan baik,” tuturnya. (kit)*