Minggu, 6 September 2020 16:52

Ribuan Pelanggar Masker Ditemukan di Cimahi, Bulan Depan Sanksinya Bukan Lagi Sosial

Reporter : Fery Bangkit 
Salah Satu Pelanggar Yang Tidak Memakai Masker Saat Didenda Berupa Push Up.
Salah Satu Pelanggar Yang Tidak Memakai Masker Saat Didenda Berupa Push Up. [Foto Istimewa]

Cimahi - Pelanggaran penggunaan masker di Kota Cimahi masih kerap ditemukan meski sudah diterapkan sanksi melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 60 Tahun 2020 .

Tercatat sudah ada sekitar 2 ribu lebih pelanggar yang diberikan sanksi oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi sejak diberlakukan 12 Agustus lalu.

"Terakhir kita operasi itu sehari temukan 124 pelanggar. Tapi kalau patroli rutin rata-rata hanya ditemukan maksimal 50," ungkap Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Minggu (6/8/2020).

Dengan temuan ribuan pelanggaran tersebut, artinya warga Kota Cimahi belum sepenuhnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19 atau virus korona ini. Padahal, kata Totong, penggunaan masker bertujuan untuk mencegah masyarakat agar tidak tertular virus tersebut.

Selama penerapan sanksi sejak hampir sebulan, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi memberikan sanksi sosial kepada para pelanggar. Mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker saat beraktivitas diharuskan mengenakan rompi 'Pelanggar' dan menyapu sampah hingga sanksi push up.

"Selama ini kita terapkan sanksi sosial dulu, belum ke sanksi denda material," kata Totong.

Namun rencananya ke depan, lanjut Totong, pihaknya akan menerapkan sanksi denda seperti yang sudah diterapkan di daerah lain di Jawa Barat. Saat ini, pihaknya tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) Cimahi yang mengacu kepada Pergub Jawa Barat.

Selain itu, pihaknya juga tengah membuat sebuah sistem yang akan diintegrasikan dengan sistem milik Pemprov Jawa Barat. Harapannya Perwal dan sistem tersebut rampung September ini sehingga Oktober nanti penerapan sanksi denda bisa diberlakukan di Kota Cimahi.

"Rencananya kami usulkan Rp 100 ribu dendanya tapi masih menunggu keputusan pimpinan. Ini sedang dalam proses. Kalau September ready, Oktober sudah bisa kita lakukan," jelasnya.

Totong menegaskan, penerapan sanksi denda bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker bukan untuk mencari keuntungan. Tapi sebagai efek jera agar masyarakat semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi jumlah temuan kasus Covid-19 di Kota Cimahi cenderung meningkat.

"Kita bukan mau mencari uang dari hasil pelanggaran, hanya terapi saja kan untuk kesehatan mereka juga," tegasnya.

 
 
 

Baca Lainnya