Limawaktu.id, Jakarta - Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengomentari kejadian yang menimpa artis sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad yang sepanjang hari menjadi berita, lalu muncul peristiwa cancel terhadap festival yang dia bikin di Jogja, kemudian juga ada seorang mahasiswa yang berdiri, angkat tangan tiga jari.
“Lalu muncul lah macam-macam narasi termasuk misalnya mahasiswa Trisakti yang katanya dibayar Rp35.000. Ini gak masuk akal lah. Itu anak-anak kelas menengah masa mau turun dibayar Rp35.000. Lalu kemudian ada lagi yang mengatakan BEM UI itu tujuannya akan menjarah Grand Indonesia dan sebagainya. Macam-macam lah hoaks dan isu seperti itu yang membelokkan,” ungkap Prof Rhenald, dikutip Tribun Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Menurur Rhenald, kejadian tersebut membuat masyarakat kecewa karena masyarakat sebenarnya ingin menyampaikan apa persoalan yang ada di dalam masyarakat itu agar pemerintah mendengar dan pemerintah tidak jatuh.
“Sebenarnya kan wujudnya seperti itu. Nah menarik sekali sebagian masyarakat mulai mengalihkan isu dengan menunjukkan ada brand yang mensupport aksi tanggal 29 Oktober itu,” katanya.
Rehnald menuturkan, brand itu sudah ada sejak Jakarta Running Festival beberapa hari sebelumnya tanggal 24. Itu sudah ada di situ bahwa kalau brand itu ingin mendukung aksi, maksudnya dia harus terang-terangan caranya atau brandnya, logonya di situ.
“Dan akhirnya ada upaya juga itu ingin meng-cancel itu. Nah, hari ini juga ada upaya membelokan, membelokannya kepada brand, brand nasional. Tuh, kenapa begitu ya?,” tuturnya.
Dia menjelaskan, metika masalah ini dibesar-besarkan, maka akhirnya kita akan saling bertengkar di antara kita sendiri. Dan akhirnya maksa asli akan berhadapan dengan masa yang lain yang sebetulnya semuanya satu pendapat. Tetapi kemudian saling bertengkar, saling ribut.
“Jadi pesan saya kepada apa yang sudah kita saksikan itu kepada kita semua, satu, pada para mega influencer, jangan merasa sudah punya follower sekian puluh juta, itu adalah segala-galanya. Itu tidak mencerminkan integritas, itu hanya mencerminkan orang banyak yang senang dengan Anda pada saat satu ketika. Yang kedua, pemilik brand juga berhati-hati kalau dikaitkan dengan tiga influencer yang kemudian sekelak akan bisa punya masalah,” jelasnya.
Dia berpendapat, kita juga harus waspada. Jangan mudah dibelokan karena banyak sekali upaya-upaya membelokan. Isu utamanya adalah ingin menyampaikan aspirasi dengan baik.
Sebelumnya, dikutip berbagai media, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang digelar pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Raffi mengaku hanya sebagai tamu undangan. Raffi menegaskan dirinya hadir murni untuk memenuhi undangan dari Polda Metro Jaya selaku penyelenggara. Undangan pun disampaikan secara mendadak .
“Saya Ia mengaku baru menerima informasi dan undangan tersebut pada malam sebelum acara berlangsung, dan tidak ikut dalam proses perencanaan, penyusunan, maupun penentuan detail dan pihak-pihak yang hadir dalam acara tersebut.
Raffi pun menyampaikan maaf atas kegaduhan yang timbul dan menyebut kejadian ini sebagai bahan evaluasi serta pembelajaran agar lebih teliti ke depannya.