Asisten Pemerintahan Kota Cimahi Hendra Gunawan menghadiri Sarasehan Refleksi 25 tahun Kota Cimahi
Asisten Pemerintahan Kota Cimahi Hendra Gunawan menghadiri Sarasehan Refleksi 25 tahun Kota Cimahi [Limawaktu.id]
News

Refleksi 25 Tahun Kota Cimahi, Kolaborasi jadi Kunci Kemandirian Kota

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Asisten Pemerintahan Setda Kota Cimahi, Hendra Gunawan, mengapresiasi Komponen Masyarakat Pendukung Cimahi Otonom (KMPCO) yang telah menginisiasi Sarasehan Refleksi 25 Tahun Kota Cimahi. Kegiatan tersebut dinilainya menjadi ruang penting untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen dalam membangun daerah.

Hendra mengatakan, usia ke-25 tahun atau “Cimahi Perak” menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan dan memberikan masukan konstruktif bagi kemajuan kota.

“Kami mengapresiasi KMPCO yang telah melaksanakan sarasehan refleksi 25 tahun Kota Cimahi. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Cimahi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai tantangan pembangunan Kota Cimahi telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), termasuk persoalan banjir, pengangguran, dan kemiskinan. Namun, keterbatasan fiskal serta efisiensi anggaran menuntut pemerintah untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Cimahi bersama DPRD telah menetapkan tiga sektor utama sebagai fokus pembangunan, yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Meski menghadapi keterbatasan anggaran, prioritas utama yang dilakukan oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, bersama DPRD adalah pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan,” katanya.

Hendra juga mengakui tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah semakin kompleks, terutama dengan adanya pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat sebesar Rp238 miliar, serta tambahan beban anggaran akibat pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kondisi fiskal memang menjadi tantangan besar. Namun kami bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD terus melakukan telaah terhadap berbagai program agar tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Terkait semangat otonomi daerah, Hendra menegaskan bahwa Cimahi perlu memperkuat kemandirian dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia. Sebagai kota tanpa sumber daya alam melimpah, Cimahi didorong untuk mengembangkan sektor jasa, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pembangunan.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai gotong royong sebagai modal sosial yang harus terus dijaga di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Hendra menyampaikan apresiasi kepada para tokoh masyarakat, pejuang lahirnya Cimahi Otonom, serta jajaran DPRD dan pemerintah daerah yang telah berkontribusi dalam perjalanan Kota Cimahi.

Menutup sambutannya, Hendra menegaskan bahwa masa depan Cimahi sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Peluang Cimahi ke depan jauh lebih besar. Kuncinya hanya satu, yaitu kolaborasi. Jika pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dan para pendiri Cimahi Otonom terus berdialog dan mencari solusi bersama, saya optimistis Cimahi akan semakin maju dan mandiri,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar