Jumat, 6 April 2018 13:28

Realisasi Investasi Cimahi Sepanjang 2017 Mencapai Rp 8,9 Triliun

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, Nila Lies Setiawati.
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, Nila Lies Setiawati. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi mengklaim realisasi nilai Investasi yang masuk sepanjang tahun 2017 mencapai Rp 8,9 triliun lebih.

Capaian realisasi investasi yang berasal dari Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebanyak 2.239 PErusahaan itu Naik dari capaian tahun 2016 yang hanya Rp 7,2 triliun.

"Itu didapat berdasarkan SIUP dari perusahaan besar, menengah, kecil, mikro," terang Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, Nila Lies Setiawati saat ditemui di DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Jum'at (6/4/2018).

Mengenai perusahaan yang menanamkan modalnya di Cimahi, dia menyebutkan, mayoritas industri dan perdagangan. Melonjaknya realisasi investasi di Kota Cimahi tidak terlepas dari upaya pengawasan dan pengendalian DPMPTSP baik melalui rapat koordinasi, sosialisasi serta kunjungan ke perusahaan-perusahaan.

"Untuk memperoleh data yang akurat mengenai investasi ini kami melakukan pengawasan dan pengendalian penanaman modal yang efektif," katanya.

Nila menjelaskan, selama ini investasi di Cimahi berbasis potensi lokal yang terdiri dari empat klaster. Di antaranya klaster makanan dan minuman, klaster industri tekstil dan produk tekstil, klaster kerajinan (craft) serta klaster telematika.

Untuk meningkatkan nilai investasi yang ada, pihaknya telah membuat program pendataan ulang mengenai potensi investasi di Cimahi. Sebab, masih banyak potensi-potensi investasi yang masih bisa digali.

"Khususnya dibidang animasi, kita mau fokus ke situ. Kita dalami lagi," paparnya.

Dari kegiatan industri kreatif, seperti dari animasi sepanjang tahun 2009-2017, capai realisasi investasinya mencapai Rp 17 miliar. Sedangkan dari industri craft mencapai Rp 16 miliar.

Selain itu, lanjut Nila, pihaknya juga berencana akan menggarap potensi investasi dari sektor pariwisata. Di antaranya sektor pariwisata Cireundeu.

Baca Lainnya