Kamis, 21 Desember 2017 9:07

Ratusan Ton Ikan Tawar Mati di Waduk Saguling-Cirata Sejak September 2017

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [limawaktu]

Limawaktu.id, - Dinas Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat, sebanyak 117 ton ikan mas dan nila mati di Waduk Cirata dan Saguling sejak September 2017.

"Rinciannya, ada 102 ton ikan di Waduk Cirata dan 15 ton ikan di Waduk Saguling," terang Kepala Dinas Peternakan KBB Undang Husni Thamrin, Rabu (20/12/2017).

Menurut laporan, Kematian ikan terjadi di Blok Sangkali Desa Margaluyu Kecamatan Cipendeuy untuk Waduk Cirata. Sementara, untuk di Waduk Saguling terjadi di Blok Ciminyak Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin.

"Kami sudah memberikan imbauan ke camat dan penyuluh agar membatasi penebaran ikan," ujarnya.

Selain mencatat ikan yang mati, pihaknya juga membeberkan, sejak September hingga awal Desember, prodiksi ikan di kedua waduk tersebut mengalami penurunan.

"Penyebabnya, cuaca hujan dan mendung menjadikan pasokan sinar matahari berkurang sehingga oksigen dalam air rendah," jelas Undang.

Pada waktu normal, produksi ikan di Cirata bisa mencapai 100 ton/hari. Untuk di Saguling produksi ikan bisa mencapai 15 ton/hari.

Berdasar informasi dari BMKG, kondisi cuaca seperti ini akan terjadi hingga Februari 2018. Sehingga para petani ikan diminta mengurangi sebaran benih ikan di Keramba Jaring Apung (KJA).

Undang menjelaskan, akibat produksi menurun, berdampak pula pada harga ikan yang dijual. Dia mencontohkan, pada saat normal, harga ikan mas yang dijual di tingkat produsen berkisar Rp 18 ribu/kg dan saat ini mencapai Rp 22 ribu/kg.

"Harga jadi naik karena memang produksi menurun. Untuk permintaan konsumen sejauh ini masih normal," ungkapnya. (kit)

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuuuh

21 Desember 2017 12:12 Balas