Kamis, 29 Agustus 2019 14:02

Ratusan Hektare Sawah di Kab Bandung tak Bisa Ditanami Padi

Reporter : Fery Bangkit 
 Ilustrasi 489 hektare lahan pertanian sawah.Net
Ilustrasi 489 hektare lahan pertanian sawah.Net [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sebanyak 489 hektare lahan pertanian sawah yang terdapat di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung mengalami kekeringan. Untungnya, lahan itu sudah dipanen namun hanya saja tidak bisa ditanami padi berkelanjutan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, 286 hektar lahan mengalami kekeringan ringan, 156 hektar sedang, 45 hektar kekeringan berat dan 2 hektar lahan gagal panen alias fuso. Akibat kekeringan, hasil yang hilang di Kabupaten Bandung mencapai 1.401,7 ton hingga 25 Agustus.

"489 hektar lahan itu sudah dipanen (padinya) dan tidak bisa digunakan lagi," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distan Kabupaten Bandung, Yayan Agustian, Kamis (29/8/2019).

Selain itu, menurutnya, lahan persawahan yang kini masih ditanami padi namun terancam mengalami kekeringan sebanyak 1.687 hektar. Sebagai antisipasi, untuk mengurangi ancaman kekeringan pihaknya aman menurunkan pompa-pompa air yang digunakan mengambil air di sungai.

Kemudian, selanjutnya membuat sumur pantek di lahan persawahan. Menurutnya, sebanyak 7 sumur pantek sudah dibuat dibeberapa lahan persawahan yang ada di Kabupaten Bandung.

"Tanaman yang beresiko (terancam gagal panen) dipanen lebih awal atau menanam tanaman yang tahan dan memerlukan air tidak banyak," ujarnya.

Yayan menambahkan, kekeringan terjadi disebabkan mayoritas persawahan yang terkena kekeringan adalah sawah tadah hujan. Dimana hujan tidak turun mencapai 82 hari. Selain itu, sumber air pun hanya bisa digunakan untuk wilayah yang dekat dengan sumber air.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer