Senin, 15 Oktober 2018 11:51

Ramai Kecaman Terhadap PSSI, Begini Respon Askot Sepak Bola di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Sejumlah Spanduk Yang Terpasang Di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Yang Ada Di Jalan Cilember, Kota Cimahi.
Sejumlah Spanduk Yang Terpasang Di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Yang Ada Di Jalan Cilember, Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Ketua Asosiasi Sepak Bola Kota (Askot) Cimahi, Yus Rusnaya menilai, kecaman bobotoh terhadap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) merupakan hal yang wajar.

Yus mengatakan, pemasangan berbagai spanduk dan pamflet segabagai salah satu bentuk ungkapan kekecewaan bobotoh terhadap keputusan PSSI terkait sanksi yang diberikan kepada Persib.

Baca Juga : Jadi Sampah Visual, Spanduk Kecaman Terhadap PSSI akan Diturunkan Satpol PP Kota Cimahi

"Itu bisa saja merupakan ungkapan hati nurani mereka yang tak bisa menerima keputusan PSSI," ujar Yus saat ditemui di di DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Senin (15/10/2018).

Menurut pria yang juga politisi dari PDIP ini, seharusnya sebelum memberi keputusan sanksi, PSSI benar-benar melakukan analisa kejadian di lapangan. Sehingga akan ada pertimbangan-pertimbangan baik kepada klub (Persib) ataupun kepada penonton dalam pemberian sanksi.

"Sanksi yang sekarang diberikan istilahnya tidak paripurna dalam analisisnya. Jadi wajar bobotoh marah," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Yus, kejadian yang terjadi di luar lapangan berbeda ranah dengan kejadian di dalam lapangan. Sehingga sanksi yang diberikan pun seharusnya tidak dapat diberikan seberat jika terjadi di dalam lapangan.

"Beda halnya yang terjadi saat Arema lawan Persibaya. Itu kan di dalam lapangan. Trus kejadian-kejadian yang dulu yang menimbulkan lebih dari satu korban itu juga harus jadi pertimbangan," bebernya.

Kendati demikian Yus kurang setuju jika pemasangan spanduk dan pamflet dimana saja. Pasalnya hal tersebut akan mengurangi keindahaan kota, bahkan akan lebih berkesan kota semakin kumuh. Terpisah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi akan segara menurunkan sejumlah spanduk yang  yang terpasang.

Pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, pihaknya akan menurunkan spanduk itu karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2005 Tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).

"Manakala (pemasangan spanduk) sudah melanggar ketertiban umum atau dipasang ditempat yang dilarang pasti kita akan turunkan," kata Dadan.

Menurut Dadan, dipasangnya spanduk berbagai tulisan itu bisa mengganggu keindahan kota dan bisa menjadi sampah visual, terlebih pihaknya tidak mengetahui siapa orang yang memasang spanduk tersebut.

"Kita tidak tahu siapa yang memasangnya, daripada mengganggu keindahan kota dan bisa membuat kota menjadi crowded ya sudah mendingan kita turunkan. Kalau ada yang komplain paling mereka datang ke kantor," katanya.

Apabila ada yang komplain dan datang ke kantor Satpol PP Kota Cimahi, pihaknya akan langsung memberikan pengarahan agar tidak memasang spanduk ditempat terlarang.

Pihaknya juga menghimbau, untuk masyarakat agar tidak memasang spanduk sembarangan seperti di JPO, pagar pembatas jalan, maupun di taman yang ada di Kota Cimahi.

"Kita sudah ada aturan tidak boleh memasang spanduk ditempat terlarang, jadi masyarakat harus bisa bekerjasama untuk menjaga keindahan kota," pungkasnya.

Baca Lainnya