Jumat, 10 Agustus 2018 16:28

Purnawirawan TNI di Cimahi Ditemukan Tewas Menggantung

Reporter : Fery Bangkit 
Soetardi
Soetardi [Ist]

Limawaktu.id,- Purnawirawan TNI bernama Soetardi (80) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Pondok Bahagia, Nomor 5, RT 04/09, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi ditemukan tewas gantung diri, Jum'at (10/8/2018).

Korban pertama kali ditemukan pembantunya yang bernama Elin (50) sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi tergantung dengan sehelai kain di pentilasi pintu kamar. Kondisi sudah tak bernyawa, darah dari hidung dan mulutnya.

Baca Juga : Cerita Pilu Dibalik Gantung Diri Siswa di Bandung Barat

Sebelum mengkahirinya hidupnya, Soetardi yang merupakan pensiunan TNI itu sempat meminta pembantunya untuk dibuatkan teh hangat. Namun sekitar 30 menit kemudian, korban ditemukan sudah tewas.

Melihat kejadian tersebut kemudian saksi lari ke luar rumah dan meminta bantuan kepada tetangga, kemudian pihak RT setempat melaporkan kejadian itu ke aparat Kepolisian.

Baca Juga : Sempat Dirawat di RSJ, Wanita Asal Cimahi Tewas Gantung Diri

Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto, mengatakan, Soetardi gantung diri diduga karena frustasi dengan penyakit osteoforosis dan komplikasi yang sudah dideritanya selama 10 tahun.

"Diduga korban putus asa dengan penyakitnya. Saat ditemukan posisi korban tergantung dengan kondisi keluar darah dari mulut dan hidungnya," ujar Indarto saat ditemui Tribun Jabar di Mapolsek Cimahi, Jalan Encep Kartawirya, Kota Cimahi, Jumat (10/8/2018).

Menurut Indarto, keluarnya darah dari mulut dan hidung korban itu, lantaran saking kuatnya ikatan kain dileher ketika korban dalam posisi tergantung.

"Terlebih usia korban sudah tua, jalannya saja sudah menggunakan tongkat," katanya.

Berdasarkan keterangan keluarganya, lanjut Indarto, kain yang digunakan korban untuk bunuh diri itu sudah terpasang sejak lama.

"Korban sudah lama mengidap penyakit osteoforosis yang tak kunjung sembuh sehingga korban merasa frustasi dan sering mengatakan ingin bunuh diri," bebernya.

Pihak keluarga korban, kata Indarto, menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai takdir.

Baca Lainnya