Rabu, 6 November 2019 16:40

Puluhan Peserta Dapat Hak Privilese pada Seleksi CPNS KBB 2019

Reporter : Fery Bangkit 
seleksi calon pegawai negeri sipil cpns tahun 2019
seleksi calon pegawai negeri sipil cpns tahun 2019 [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sebanyak 46 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang masuk kategori P1/TL di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhak mendapatkan privilese atau hak istimewa. P1/TL merupakan peserta CPNS tahun 2018 yang sudah memasuki tahap akhir dari proses hingga integrasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), namun tidak masuk formasi atau lulus menjadi CPNS.

"Mereka (yang tidak lolos SKB) bisa daftar lagi menggunakan nilai SKD tahun 2018 kalau kualifikasi yang diperlukannya sama," kata Kasubid Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKPSDM KBB Faisal Firdaus saat ditemui di Pemkab Bandung Barat, Rabu (6/11/2019).

Aturan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) nomor 23 tahun 2019 tentang Kriteria Penetepan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS tahun 2019.

Meski mendapatkan hak privilese, peserta tersebut tetap harus mengikuti seleksi administrasi yang didaftarkan secara onlien melalui https://sscasn.bkn.go.id. Kemudian peserta P1/TL bisa memilih akan mengikuti SKD atau tidak dalam CPNS 2019.

"Jadi peserta seperti itu masuk dalam kategori P1/TL, tapi pesertanya tetap harus lolos administrasi dulu, baru nilai SKD tahun 2018 bisa digunakan untuk CPNS tahun 2019," jelasnya.

Untuk CPNS tahun 2019, Pemkab Bandung Barat mendapat jatah sebanyak 318 formasi dengan rincian 144 formasi untuk tenaga Pendidikan, 86 tenaga kesehatan dan 88 untuk tenaga teknis.

Selain itu, kata Faisal, peserta yang akan menggunakan nilai SKD tersebut saat pendaftaran harus sesuai dengan formasi dan jenjang pendidikan yang sama dengan seleksi CPNS tahun 2018 karena jika tidak sesuai, peserta dipastikan tidak akan lolos.

"Dalam aturan ini, peserta itu bisa memilih mau ikut lagi tes (SKD) atau tidak juga gak masalah. Namun kalau sudah menyatakan akan ikut ujian harus hadir, kalau tidak hadir akan gugur," katanya. Ia mengatakan, jika peserta mengikuti tes SKD lagi nanti nilainya akan diambil nilai yang paling besar, namun untuk kelulusan tes tersebut tetap harus memenuhi nilai ambang batas atau passing grade yang telah ditentukan.

Disinggung, terkait data peserta yang bersangkutan, Faisal mengatakan, hal tersebut dipastikan sudah ada dalam data base secara nasional dan tercatat dalam aplikasi pendaftaran dari pemerintah pusat.

"Jadi peserta yang bersangkutan saat memasukan NIK saat mendaftar pada tahun 2018 pasti terdeteksi bahwa peserta itu P1/TL. Nanti bisa memilih mau pakai nilai tahun 2018 atau ikut tes lagi," tandasnya Faisal. 

 

Baca Lainnya