Rabu, 11 November 2020 15:35

Puluhan Gepeng dan Anjal di Cimahi Disasar Satpol PP

Reporter : Fery Bangkit 
Para Anjal dan Gepeng saat Diamankan Satpol PP Kota Cimahi.
Para Anjal dan Gepeng saat Diamankan Satpol PP Kota Cimahi. [Foto Istimewa]

Cimahi - Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan tim gabungan pada Rabu (11/11/2020) berhasil menjaring sebanyak 21 anak jalanan dan pengemis serta gelandangan (gepeng).

Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, unsur TNI, Polri serta Linmas menyasar sejumlah jalan yang kerap dijadikan tempat mangkal anak jalanan dan gepeng.

Dari mulai Jalan Jenderal Amir Machmud, kemudian kawasan Cimindi (Jalan Mahar Martanegara), kawasan Leuwigajah, Jalan Sriwijaya, Pasar Antri hingga Jalan Gandawijaya.

"Hasilnya ada 21 anak jalanan dan gepeng (gelandangan dan pengemis) yang kita amankan," kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Deden Herdiana saat ditemui disela-sela kegiatan.

Mereka yang terjaring operasi Pekat ini, kata Deden, kemudian dibawa ke Mako Satpol PP Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah. Mereka didata, kemudian diarahkan kembali ke daerah asalnya masing-masing.

Hasilnya berdasarkan pendataan, mayoritas anak jalanan dan gepeng berasal dari luar daerah Kota Cimahi. Seperti dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan berbagai daerah lainnya di Jawa Barat.

"Iya justru banyaknya dari luar Kota Cimahi. Alasannya rata-rata karena tidak ada kerjaan," ungkap Deden.

Pihaknya, jelas dia, hanya bisa melakukan penertiban terhadap anak jalanan dan gepeng yang dianggap mengganggu ketertiban di Kota Cimahi. Kemudian yang bertugas melakukan pembinaan adalah Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi.

Namun untuk sementara ini mereka hanya didata kemudian diarahkan kembali ke daerah asalnya masing-masing.

"Tapi nanti kita rutin lakukan pemantauan supaya apakah mereka masih berkeliaran atau tidak," sebut Deden.

Dirinya mengakui, berdasarkan pemantauan selama ini anak jalanan dan gepeng di Kota Cimahi semakin merajalela. Terutama dimasa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Covid-19.

"Karena mungkin sudah lama gak melakukan operasi Pekat. Nanti kami koordinasi dengan pimpinan untuk merutinkan giat ini," pungkasnya.

Baca Lainnya