Selasa, 27 April 2021 16:50

Pulihkan Pariwisata KBB, Disbudpar Berharap pada Wisatawan Bandung Raya

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin
Floating Market Lembang, salah satu destinasi favorit wisatawan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Floating Market Lembang, salah satu destinasi favorit wisatawan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. [Instagram @lizikridamar]

Limawaktu.id - larangan mudik yang diterapkan pemerintah pusat hingga 24 Mei menjadi angin segar bagi sektor Pariwisata di berbagai wilayah. Dengan adanya larangan mudik, sebagai gantinya pemerintah mendorong masyarakat untuk berwisata pada libur Lebaran nanti.

Salah satu daerah yang merasakan angin segar ini adalah Jawa Barat, terutama kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang saat ini masih berusaha memulihkan diri dari dampak pandemi COVID-19 yang menerpa setahun belakangan ini.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di KBB pada triwulan pertama (Januari-Maret) 2021 hanya sebanyak 650 ribu orang.

Kepala Seksi Pembinaan Industri Pariwisata Disparbud KBB Agus Nurul mengaku, melihat data ini agak berat untuk bisa meningkatkan persentase angka wisatawan.

"Di tahun 2020 triwulan pertama itu ada 1,1 juta wisatawan yang datang ke KBB. Kalau dengan 2021, ada penurunan 45 persen," ungkapnya, Selasa (27/4/2021).

Agus mengatakan, untuk melihat angka kunjungan wisatawan ke KBB pada libur Lebaran nanti, pihaknya bakal melakukan penghitungan selama 12 hari sebelum dan setelah Lebaran. Ia berharap ada pertumbuhan angka wisatawan meskipun libur Lebarannya hanya 2 hari.

"Harapannya cuma ke wisatawan lokal Bandung Raya," katanya.

Kepala Disparbud Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, wisatawan lokal dari Jawa Barat memegang peranan yang penting. Apalagi, pergerakan di dalam wilayah aglomerasi Bandung Raya tetap diperbolehkan. Artinya, wisatawan asal KBB, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung boleh berkunjung ke Lembang.

"Untuk libur lebaran sendiri, kita targetkan wisatawan lokal yang piknik. Misalnya dari Bandung ke Lembang, kan tidak dilarang," pungkasnya.

Baca Lainnya