PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan menutup keberadaan perlintasan ilegal yang jelas-jelas membahayakan masyarakat.
PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan menutup keberadaan perlintasan ilegal yang jelas-jelas membahayakan masyarakat. [Limawaktu.id]
News

PT. KAI Akan Tutup Perlintasan Sebidang Ilegal

Limawaktu.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperketat langkah penertiban Perlintasan Sebidang dengan menyasar ribuan akses ilegal yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan. Kebijakan ini ditempuh sebagai respons atas tingginya insiden di perlintasan, yang mayoritas dipicu oleh pelanggaran pengguna jalan dan keberadaan akses tak resmi.

Bersama Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah, KAI kini tidak hanya meningkatkan fasilitas keselamatan, tetapi juga mendorong penutupan perlintasan ilegal yang dinilai membahayakan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa pendekatan persuasif saja tidak lagi cukup. Penindakan dan penataan menyeluruh menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan.

“Keselamatan adalah harga mati. Kami tidak bisa lagi mentoleransi keberadaan perlintasan ilegal yang jelas-jelas membahayakan. Ini bukan hanya soal operasional kereta, tapi soal nyawa manusia,” tegas Bobby dalam keterangannya, dikutip Jawa Pos,  Rabu, 29 September 2026.

Ia mengungkapkan, sebanyak 1.800 perlintasan sebidang telah dipetakan untuk segera ditingkatkan standar keamanannya. Namun di sisi lain, KAI juga menemukan masih banyak akses liar yang dibuka oleh masyarakat tanpa izin.

“Dari 1.800 titik yang teridentifikasi, kami akan tingkatkan dengan sistem pengamanan yang memadai, mulai dari palang otomatis hingga pembangunan flyover. Tapi yang ilegal, harus ditutup. Tidak ada kompromi untuk yang ini,” ujarnya.

Bobby menambahkan, arahan langsung dari Presiden dan Menteri Perhubungan menjadi dasar percepatan program ini. Menurutnya, tanpa langkah tegas, potensi kecelakaan akan terus berulang.

“Presiden sudah memberi arahan jelas: keselamatan harus diperkuat secara sistemik. Artinya, bukan hanya membangun, tapi juga menertibkan. Karena banyak kecelakaan terjadi di titik yang seharusnya tidak ada perlintasan,” katanya.

KAI juga meminta dukungan aktif pemerintah daerah untuk menindak akses ilegal yang kerap muncul kembali meski telah ditutup. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai tetap penting, namun harus dibarengi pengawasan ketat.

“Kalau hanya imbauan tanpa tindakan, hasilnya tidak akan signifikan. Kami butuh kolaborasi penuh, termasuk dari pemda dan aparat, agar penertiban ini benar-benar efektif,” ucap Bobby.

Langkah agresif ini diharapkan tidak hanya menekan angka kecelakaan, tetapi juga mengubah budaya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan kereta api.

 

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar