Selasa, 9 Agustus 2022 8:29

Program DSA Ciptakan Petani Ponorogo Ekspor 300 ton Rempah

Reporter : Iman Nurdin
Desa Sejahtera Astra (DSA) berhasil cipkatakan petani di 10 desa di Kab. Ponorogo mengekspor rempah-rempah. Sedikitnya 300 ton rempah-rempah diekspor ke India dalam waktu dekat.
Desa Sejahtera Astra (DSA) berhasil cipkatakan petani di 10 desa di Kab. Ponorogo mengekspor rempah-rempah. Sedikitnya 300 ton rempah-rempah diekspor ke India dalam waktu dekat. [Istimewa]

Ponorogo (limawaktu.id),- Setelah  berhasil mengekspor 50 ton temulawak dan kunyit pada Maret 2022, para petani  di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo kembali mengekspor rempah-rempah.  Sedikitnya 300 ton komoditas serupa ditambah jahe dan pinang akan dikirim secara bertahap ke India.

"Kita berhasil ekspor perdana bulan Maret (2022) kemarin, 5 bulan setelah DSA (Desa Sejahtera Astra) terbentuk," kata Slamet Riyanto saat pelepasan ekspor 300 ton temulawak, jahe, dan kunyit ke India, di Desa Broto, Kecamatan Sluhung, Kabupaten Ponorogo, Senin (8/8).

Menurut Slamet, keberhasilan para petani tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan PT Astra International Tbk yang menggagas program Desa Sejahtera Astra (DSA).  Sejak 2021, 10 desa di Kecamatan Slahung terpilih sebagai DSA berbasis ekspor.

Menurutnya, ekspor 300 ton rempah-rempah senilai Rp3,5 miliar ini akan dilakukan bertahap hingga November-Desember mendatang.

Sebagai contoh, Slamet bersyukur dukungan Bupati Ponorogo dengan mengeluarkan kebijakan agar seluruh RT di wilayah tersebut menanam kunyit. "Pemda Ponorogo, full support. Pemda mengeluarkan kebijakan untuk setiap RT agar menanam kunyit," katanya.

Bahkan, lanjut dia, Pemkab Ponorogo langsung berkomitmen dengan mengajak setiap RT untuk melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan DSA agar program tersebut berkelanjutan.

"Pemda ingin DSA ini berkelanjutan. Seluruh RT akan MoU dengan Desa Sejahtera Astra untuk membeli hasil pertanian ini," ujarnya.

Head of CSR Astra, Bima Krida Pamungkas, menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai kegiatan dalam mendampingi DSA berbasis ekspor ini. Selain membantu mencari pembeli (offtaker) di luar negeri, pihaknya pun turun langsung dalam membantu proses pertanian tersebut.

"Sebanyak 6.800 RT, kita kasih bibit kunyit. Sebanyak 6 ton dari Astra," katanya.

Tak hanya itu, Astra pun membantu petani dari 10 desa di Kecamatan Slahung ini dengan menyiapkan solar dryer dome untuk mengeringkan rempah-rempah tersebut.

"Kami juga membangun kapasitas petani dan menggandeng pengusaha lokal agar lebih bersinergi. Kami ingin menjadikan petani lokal ini sebagai kekuatan baru," katanya.

Lebih lanjut dia katakan, saat ini rempah-rempah tengah digandrungi di luar negeri terutama Timur Tengah dan Asia Selatan. DSA Ponorogo potensial untuk pengembangan rempah-rempah. Dari seluruh DSA yang ada, hanya  Ponorogo yang punya rempah-rempah dan ekspor.

"Ini masuk tahun kedua pembinaan DSA Ponorogo. Harapannya sektor rempah-rempah bisa dikembangkan tak hanya di 10 desa, tapi ke daerah lain. Dan BUMDes bisa untuk penguatan bersama. Sehingga proses hulu hilir dari pengelolaan ini bisa kuat, kolaborasi masyarakat, petani, BUMDes," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer