Kamis, 14 September 2017 5:16

Produksi Air Baku PDAM Tirtaraharja Menurun Drastis

News Kekeringan di Cimahi
Kepala Humas PDAM Tirta Raharja, Dadang Supriadi
Kepala Humas PDAM Tirta Raharja, Dadang Supriadi [limawaktu doc]

Cimahi - Produksi air baku yang diolah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja menurutn drastis sejak sebulan terakhir.

Saat ini, PDAM Tirta Raharja yang terletak di Jln. Kolonel Masturi, Cimahi, hanya bisa mengolah air 62 liter per detik dari kapasitas 176 liter per detik.

"Saat ini kita melayani pelanggan cimahi kurang lebih 15.840 sambungan rumah, terbagi 3 kecamatan. Yang paling terdampak adalah wilayah selatan," kata Kepala Humas PDAM Tirta Raharja, Dadang Supriadi, Rabu (13/9/2017).

Imbasnya, pelayanan air bersih bagi pelanggan PDAM di Kota Cimahi jadi terganggu sejak dua minggu terakhir. Pihaknya pun terpaksa membuat sekenario untuk menaggulanginya.

"Diantaranya melakukan penjadwalan yang biasa 24 jam, sekarang berbagi dengan wilayah lain terutama wilayah barat dan timur. Untuk wilayah yang sulit dijangkau secara teknis kita melakukan bantuan melalui tengki. Kita drop ke beberapa wilayah di cimahi, kita siapkan 4 armada," terang Dadang.

Disebutkan Dadang, untuk permintaan droping dengan menggunakan tanki bisa langsung ke kantor pelayanan yang biasa melakukan pembayaran. Setelah itu pihak PDAM melakukan pejadwalan pengiriman.

"Nanti ada kontak person untuk diberitahukan kapan akan di droping, karena kita tidak bisa memastikan. Takutnya memberi harapan palsu, karena kita tidak tahu kondisi di lapangan. Sehingga sebelum penyerahan kita kontak dulu untuk disiapkan," beber Dadang.

Pihaknya juga mempersilahkan pelanggan dan warga yang membutuhkan air untuk mengambil langsung ke instalasi air yang ada di Cipageran.

"Sudah dua minggu ini terjadi antrian. Selama 24 jam kita siapkan karena ada satpam yang jaga. Bagi pelanggan bisa memperlihatkan bukti pembayaran. Bagi warga yang memang membutuhkan air bisa memperlihatkan KTP. Silahkan saja secara wajar ngambil disini," imbuh Dadang.

Menurutnya, untuk droping tangki maupun datang langsung ke instalasi air PDAM tidak dipungut biaya apapun alias gratis. "Kalau ada yang meminta pembayaran, tolong laporkan kepada kami. Kami akan lakukan tindakan tegas," katanya. (kit)