Sabtu, 10 Maret 2018 18:07

Praktisi Kebidanan ini Blak-blakan Seputar Vaksin

Reporter : Fery Bangkit 
'Seminar Polemik Vaksin' di Aula Gedung Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi pada Sabtu (10/3/2018).
'Seminar Polemik Vaksin' di Aula Gedung Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi pada Sabtu (10/3/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Praktisi Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Achmad Yani, Indria Astuti menegaskan, pemberian vaksin bagi anak usia dini tidak memiliki efek yang berbahaya.

Hal tersebut dikatakannya menyusul temuan di lapangan yang menyebutkan bahwa vaksin memiliki efek berbahaya. Khususnya bagi anak-anak.

Pernyataan itu disampaikan Indria disela-sela seminar 'Polemik Vaksin' yang berlangsung di Aula Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) pada Sabtu (10/3/2018).

“Reaksi yang terjadi setelah suntikan itu bisa teratasi. Vaksin itu aman,” tegas Dosen Kebidanan STIKES Achmad Yani itu.

Dikatakannya, efek yang terjadi seperti demam setelah dilakukan vaksinasi adalah hal yang wajar. Efek tersebut akan bisa teratasi.

Menurutnya, stigma negatif masyarakat terhadap vaksin terjadi lantaran kurangnya pemahaman yang diterima.

Untuk itu, lewat acara seperti seminar 'Polemik Vaksin' ini, merupakan kesempatan untuk menyampaikan secara luas tentang tentang vaksin.

“Kegiatan seperti ini bagus. Dengan kegiatan ini meyakinkan masyarakat supaya mereka lebih paham lebih mengenal bahwa vaksin ini benar-benar aman,” tegasnya.

Dalam seminar 'Polemik Vaksin' yang digagas digagas Himpunan Mahasiswa Analis Kesehatan (D-3) STIKES Achmad Yani Himpunan Mikrobiologi Institute Teknologi Bandung (ITB) tersebut menghadirkan sejumlah pakar ahli tentang vaksin.

Di antaranya, Neni Nurainy dari PT Biofarma, Ernawati Arifin Giri dari Program Studi Mikrobiologi ITB, Diki Hilmi Dosen STIKES Analis Kesehatan Achmad Yani, Indria Astuti Dosen Kebidanan STIKES Achmad Yani serta KH Allan Nur Ridwan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kegiatan tersebut disaksikan pula oleh Ketua BPH STIKES Analis Kesehatan Achmad Yani, dan diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.