Senin, 18 Januari 2021 12:17

PPKM Diharap Tekan Kasus COVID-19 di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Plt Wali Kota Ngatiyana Meninjau Posko PPKM di Kecamatan Cimahi Utara
Plt Wali Kota Ngatiyana Meninjau Posko PPKM di Kecamatan Cimahi Utara [limawaktu.id]

Limawaktu.id – Pemkot Cimahi berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan sejak 11 Januari hingga 25 Januari nanti bisa menekan penyebaran COVID-19 di Kota Cimahi.

Kebijakan tersebut mengikuti intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 01 Tahun 2021 tentang PPKM. Ada sejumlah kegiatan yang dibatasi.

“Iya kita berharap pola ini bisa menekan penyebaran kasus COVID-19, khususnya di Kota Cimahi,” kata Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Senin (18/1/2021). 

Per hari ini, jumlah kasus COVID-19 di Kota Cimahi mencapai 2.568 orang. Rinciannya, ada 2.030 orang yang suah sembuh, ada 475 orang yang masih terkonfirmasi positif dan 63 orang meninggal dunia.

Untuk pengawasan selama PPKM, Pemkot Cimahi pada pengawasan di wilayah kecamatan dan kelurahan. Petugas yang berjaga di posko tiap kecamatan akan melakukan patroli statis dan mobile ke perkantoran, pusat perbelanjaan, dan titik keramaian lainnya.

Di setiap kecamatan itu petugas jaga mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Kemudian pukul 14.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, dan dilanjut hingga pukul 06.00 WIB.

Posko yang ada di Alun-alun Cimahi nantinya berfungsi sebagai pengawas arus keluar masuk kendaraan dari luar daerah ke Kota Cimahi. Selain itu, juga untuk mengawasi potensi munculnya kerumunan di pusat kota.

Dikatakan Ngatiyana, harapan baru penghentian penularan kasus COVID-19 muncul sejak dimulainya proses penyuntikan vaksin produksi Sinovac.

Vaksin tersebut sudah mulai disuntikan untuk para tenaga kesehatan yang mendapatkan prioritas. Termasuk Ngatiyana yang secara simbolis menerima vaksin tersebut dari kalangan pejabat daerah.

Ngatiyana memberikan pesan kepada masyarakat yang pada saatnya nanti akan diberikan vaksin Covid-19. Ia meminta masyarakat yakin bahwa vaksin produksi Sinovac ini aman.

 Dirinya menegaskan, vaksin ini aman karena sudah melalui uji klinis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 "Kepada seluruh masyarakat apabila sudah mendapatkan giliran vaksin tidak pelru takut ragu. Ini sudah melalui uji lab yang panjang dan sudah berdasarkan pengetesan dari BPOM dan dinyatakan halal oleh MUI," jelas Ngatiyana.

Dikatakannya, vaksin ini merupakan upaya dari pemerintah untuk menghentikan penularan Covid-19 di Indonesia. Termasuk di Kota Cimahi.

"Ini untuk kebaikan, keselamatan kita," ucapnya.

 Berikut Kegiatan yang Dibatasi Selama PPKM

1. Work From Home (WFH) 75% dan Work From Office (WFO 25%

2. Belajrang Secara Daring/Online

3. Kebutuhan Pokok Beroperasi 100% dengan Pembatasan      Kapasitas

4. Tempat Ibadah Maksimal 50% dengan Protokol Kesehatan Ketat

5. Moda Transportasi Dibatasi Penumpangnya

6. Fasilitas Umum dan Kegiatan Sosial Budaya Dihentikan

7. Operasional Pusat Perbelanjaan Maksimal Pukul 19.00 WIB

8.       Dine-in Tempat Makan Maksimal 25%

9.       Kontruksi Beroperasi dengan Protokol Kesehatan Ketat

Baca Lainnya