Selasa, 15 September 2020 14:40

Polisi Masih Tunggu Keterangan Kunci dari Bendahara KONI KBB Soal Hibah Rp 10 Miliar

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi korupsi dana hibah koni
ilustrasi korupsi dana hibah koni [Net]

Bandung Barat - Kasus dugaan kasus penyelewengan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berlanjut. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cimahi terus mendalami keterangan sejumlah saksi.

Tercatat, sudah dua orang saksi dari pihak KONI dan Pemerintah Daerah KBB. Meski demikian, polisi masih menunggu keterangan saksi kunci seperti Bendahara KONI KBB, Ade Sutarman yang tak kunjung memenuhi undangan polisi.

Kepala Unit Tipikor Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra mengatakan, pihaknya sudah dua kali mengundang Bendahara Umum KONI KBB untuk dimintai keterangan. Namun, dari dua kali undangan yang dilayangkan itu, Ade Suratman tidak memenuhi undangan.

"Yang pertama beralasan sakit, memang ada surat sakitnya. Yang kedua beralasan sedang dinas luar kota," kata Herman, Selasa (15/9/2020).

Aliran dana hibah sebesar Rp10 miliar itu masih belum jelas peruntukkannya. Meski sudah sebagian tersalurkan, para pengurus Cabang Olahraga (Cabor), para pelatih dan para atlet pun belum seluruhnya menerima aliran dana hibah tersebut. Sementara saat ini, anggaran di kas KONI KBB diduga sudah habis sebelum disalurkan ke para Cabor.

"Tanpa bendahara tidak mungkin, karena bendahara lah yang mengatur segala urusan keuangan. Dalam waktu dekat kita kembali undang kembali yang bersangkutan, kemungkinan minggu depan," ungkap Herman.

Herman menyampaikan, selain mengundang pengurus KONI KBB, Unit Tipikor juga melayangkan undangan kepada dinas yang membawahi KONI dan bagian keuangan di Pemda KBB selama penyelidikan berlangsung. Herman menyampaikan dari sejumlah undangan yang dilayangkan, tidak semuanya memenuhi undangan.

"Totalnya baru dua orang yang bisa hadir, seorang lagi yang bekerja di salah satu dinas tidak bisa datang karena ada kegiatan. Bukti surat tugasnya ada," jelasnya.

Sejauh ini kepolisian belum dapat menyimpulkan adanya penyelewengan dana hibah KONI Bandung Barat karena dokumen yang sudah dipegang masih sangat terbatas.

Terkait beredarnya dokumen aliran dana hibah yang diduga merupakan catatan laporan keuangan KONI Bandung Barat bisa dijadikan alat bukti, Herman juga belum bisa menjelaskannya lebih jauh.

"Karena persesuaian keterangan masih terputus-putus sehingga kita belum bisa menyimpulkan. Karena ini kan baru dugaan," tandasnya.

Sementara itu, Sekertaris Umum KONI KBB Lili Supriatna mengetahui tidak tahu menahu terkait hal itu. Meski demikian, secara kelembagaan Lili sudah memberikan keterangan kepada kepolisian.

"Saya gak tahu terkait (tidak hadirnya Bendahara). Saya kapasitas sekertaris tidak masuk ke wilayah itu," katanya.

Secara keseluruhan, pihaknya membantah tuduhan adanya penyelewengan dana hibah KONI KBB. Menurutnya, anggaran di kas KONI KBB masih utuh.

"Kita menepis isu bahwa anggaran KONI nol. Itu tidak benar. Saat ini kita tengah memproses pencairan DOP tahap II," katanya.

Baca Lainnya