Jumat, 6 April 2018 17:36

Pihak Toko Modern Keluhkan Sikap Pemerintah Setempat

Reporter : Fery Bangkit 
Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustiran (Disdagkoperind) Kota Cimahi menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Makarel Kaleng.
Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustiran (Disdagkoperind) Kota Cimahi menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Makarel Kaleng. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pihak salah satu Toko Modern, yakni mengeluhkan Tidak adanya pemberitahuan resmi dari Pemerintah setempat terkait penarikan 27 merek makarel Kaleng.

Sejak adanya Surat edaran yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) itu, pihaknya hanya mengetahui secara lisan dari salah satu suplier dan pemberitaan di media.

"Belum Ada surat, inginnya dikasih surat resmi. Misal produk ini gak bisa dipajang," kata Lea, perwakilan toko modern yang berada di Jalan Gandawijaya itu.

Seharusnya, kata dia, setelah ada edaran resmi dari BPOM itu, pihak pemerintah setempat melalui dinas langsung memberikan surat resminya kepada semua toko modern.

Sebelumnya, saat Inspeksi Mendadak (SIdak) yang dilaksanakan Tim Terpadu Kota Cimahi, ditemukan sejumlah makarel Ikan yang sudah diperintahkan untuk ditarik peredarannya oleh BPOM.

Kemudian, Tim Terpadu memerintahkan pihak toko agar langsung menarik makarel kaleng tersebut dari peredaran.

Dikatakan Lea, bila ada surat resmi dari pemerintah, mungkin kelalaian seperti itu bisa diminimalisir.

Sebab, masih ditemukannya beberapa merek makarel di tempatnya bekerja pun dikarenakan adanya miskomunikasi.

"Minggu kemarin sudah ditarik semua ke gudang, tapi gak tau ini keluar lagi," kata Lea.

Ia memastikan, setelah ini, semua merek makarel kaleng tidak akan lagi berada dalam daftar jual tokonya.

Baca Lainnya