Senin, 30 Juli 2018 21:53

Pertumbuhan Eceng Gondok Kian Mengancam Ojek Perahu di Waduk Cirata

Reporter : Fery Bangkit 
Eceng Gondok di permukaan air waduk cirata
Eceng Gondok di permukaan air waduk cirata [limawaktu]

Limawaktu.id, - Pertumbuhan tanaman eceng gondok yang menutupi permukaan Waduk Cirata di Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat semakin mengancam keberlangsungan para pelaku usaha perahu di sana.

Cecep (57), seorang tukang ojek perahu mengaku, sudah banyak perahu rusak dan tidak bisa dioperasikan lagi karena baling-balingnya sering tersangkut eceng gondok dan sampah plastik. Sehingga hanya tinggal sedikit saja, ojek perahu yang masih bertahan sampai sekarang.

"Dulu banyak sekali, sampai puluhan perahu. Namun sekarang hanya beberapa saja, enggak lebih dari 50 perahu. Penumpang juga berkurang, jadinya kami rugi," kata Cecep di Dermaga Pasir Geulis, Cipeundeuy, Minggu (30/7/2018).

Berdasarkan data Pengelola Waduk Cirata, luas waduk tersebut mencapai 6.200 hektare. Namun, cakupan eceng gondok tidak sampai menutupi 20% perairan Cirata.

Saat perairan Waduk Cirata masih steril dari eceng gondok, kata Cecep, masih banyak orang yang menggunakan perahu untuk melintas ke daerah Cianjur atau sebaliknya. Akan tetapi, setelah banyak eceng gondok, transportasi air mulai ditinggalkan karena memakai perahu bisa memakan waktu tempuh yang lebih lama dibanding lewat jalur darat.

"Waktu perjalanan di air yang sebetulnya cuma setengah jam, bisa sampai dua jam karena banyak eceng gondok yang menutupi area waduk," bebernya.

Kepala Badan Pengelola Waduk Cirata, Wawan Darmawan mengungkapkan, pertumbuhan eceng gondok dapat mengancam Waduk Cirata, karena dapat membuat sekat konstruksi jebol. Pihaknya sangat mengkhawatirkan eceng gondok memasuki zona utama bendungan seperti yang terjadi pada 2015 lalu.

"Eceng gondok ini mudah sekali berpindah, entah mungkin terbawa angin. Kondisi ini sangat berbahaya. Pengalaman tahun 2015, trash bump PLTA putus, sehingga eceng gondok masuk ke arah dam, itu sangat membahayakan," jelasnya.

Dia menyatakan, usaha untuk menyingkirkan eceng gondok, awalnya dilakukan secara konvensional dengan cara mengangkat eceng gondok secara manual, lalu mengangkutnya pakai alat berat. Namun cara itu belum ampuh membersihkan seluruh eceng gondok dari perairan sehingga pihaknya harus menggunakan dua alat pembersih yang diimpor dari Jepang dan Jerman yang masing-masing bisa membawa 16 kubik dan 6 kubik eceng gondok.

Wawan menyebut tak percis berapa luas perairan Waduk Cirata yang ditumbuhi eceng gondok lantaran tanaman ini mudah berpindah oleh tiupan angin. Meski begitu, dari luas keseluruhan waduk yaitu 6.200 hektare, dia memperkirakan cakupan eceng gondok tidak sampai menutupi 20 persen perairan Cirata.

"Saya kira eceng gondok ini kurang dari 20 persen, eceng gondok ini memiliki kandungan fosfat dan nitrat. Kalau kandungan fosfat dan nitrat itu makin banyak, maka pertumbuhan eceng gondoknya semakin cepat, karena pertumbuhannya jadi makin subur," pungkasnya.

Baca Lainnya