News

Pernah Dibantu Pemda Rp500 Ribu Sebulan, Cimahi Street Music Bertahan dengan Swadaya

CIMAHI – Komunitas Cimahi Street Music (CSM) menggelar kegiatan Silaturahmi dan evaluasi di Padepokan Haur Wulung Jalan Kamarung, RW 05 Kelurahan Citeureup , Kota Cimahi, Rabu, 29 Juli 2026.

Selain menjadi momentum syukuran program musik di jalanan tersebut, pertemuan juga menjadi ruang konsolidasi bagi para musisi lokal untuk mengevaluasi perjalanan komunitas sekaligus menyuarakan aspirasi terkait minimnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan seni musik modern di Kota Cimahi.

Puluhan musisi yang hadir sepakat bahwa keberlangsungan kegiatan CSM selama ini lebih banyak ditopang oleh semangat gotong royong, swadaya, dan keikhlasan para pengelolanya. Di tengah keterbatasan dukungan anggaran, komunitas tetap konsisten menghadirkan ruang ekspresi bagi para musisi lokal melalui pertunjukan musik di ruang publik.

Koordinator Cimahi Street Music Deden Suryana mengatakan komunitas tidak ingin berhenti hanya karena keterbatasan fasilitas maupun dukungan pendanaan. Menurutnya, CSM lahir dari semangat untuk memberikan panggung bagi musisi lokal agar tetap dapat berkarya dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Kami ingin CSM terus menjadi rumah bagi musisi Kota Cimahi. Selama ini kegiatan berjalan dengan swadaya dan semangat kebersamaan. Namun, seni musik modern juga membutuhkan ruang dan dukungan agar dapat berkembang," ujarnya.

Dia menyebutkan, Pemerintah Daerah pernah memberikan bantuan kepada Komunitas Cimahi Street Music yaitu berupa dana Rp500 ribu untuk satu bulan kegiatan atau Rp125 ribu setiap even yang digunakan untuk menambah operasional kegiatan pada 2025 lalu, namun saat ini bantuan tersebut tidak ada.

“Kalau kami sebagai praktisi seni tidak malu untuk menunjukan karya dengan cara mengamen di Cimahi Street Music, alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan selama lebih dari satu tahun dengan swadaya,” sebutnya.  

Dalam forum evaluasi tersebut, para peserta juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas penampilan para musisi. Profesionalisme, kreativitas, dan kemampuan menghibur dinilai menjadi faktor penting agar Musisi Cimahi mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di tingkat regional maupun nasional.

Selain peningkatan kualitas, regenerasi menjadi isu yang mendapat perhatian serius. Komunitas menilai keterlibatan generasi muda perlu terus diperkuat agar ekosistem musik di Kota Cimahi tidak kehilangan talenta baru.

"Regenerasi harus terus berjalan. Anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk belajar, tampil, dan berproses. Dengan begitu, ekosistem musik di Cimahi akan tetap hidup dan berkembang," kata Lin Karliana, salah seorang peserta diskusi.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antarkomunitas seni. Para pelaku seni berharap sinergi yang semakin solid mampu menciptakan lebih banyak ruang pertunjukan, memperluas jejaring kreatif, serta mendorong pemerintah daerah menjadikan sektor seni sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Kegiatan ditutup dengan penampilan musik bersama sebagai simbol kebersamaan sekaligus harapan agar Cimahi semakin dikenal sebagai kota yang memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas para seniman lokal.

 

Baca Lainnya