Senin, 4 Januari 2021 12:17

Pernah Aktif di HTI Wakil Dekan di Unpad Dicopot Jabatannya

Reporter : Bubun Munawar
kampus unpad
Kampus Unpad [net]

Bandung,- Seorang wakil dekan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjajaran (unpad) terpaksa harus menanggalkan jabatannya, padahal baru dilantik dua hari lalu. Hal itu terjadi karena yang bersangkutan pernah terlibat dan menjadi bagian dalam pengurus organisasi yang dilarang pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (hti).

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi membenarkan pencopotan jabatan itu. Wakil Dekan FPIK Unpad berinisial AHS, baru dilantik pada Sabtu (2/1/2021) bersama beberapa pejabat lainnya. Namun karena didapat informasi rekam jejak yang bersangkutan setelah dilakukan pelantikan, ternyata sempat menjadi pengurus organisasi HTI.

"Yang bersangkutan dicopot dari jabatannya dan pihak Unpad segera melantik Eddy Afrianto sebagai wakil dekan pengganti di FPIK," terang Dandi, dikutip Tribun Jabar, Senin (4/1/2021).

Menurut dia, yang bersangkutan  sempat luput dari perhatian dan pengawasan, apalagi organisasi HTI sudah bubar sejak berapa tahun lalu. Karena adanya hal tersebut maka Rektor Unpad mengangkat Eddy Afrianto sebagai pengganti wakil dekan yang baru dilantik sebelumnya, berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 87/UN6.RKT/Kep/HK/2021.

Dikatakan Dandi, pencopotan dan penggantian jabatan ini merupakan wujud komitmen dari Unpad dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga pendidikan tinggi, dengan senantiasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila, dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta peduli dengan dinamika kebangsaan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Kebijakan ini pun berlaku dalam penentuan pejabat-pejabat di lingkungan universitas, termasuk dalam proses penetapan Dekan dan Wakil Dekan yang berlangsung hingga 2 Januari 2021 yang lalu," ucapnya.

Meski tidak lagi menjabat sebagai wakil Dekan, Dandi memastikan, AHS tetap berstatus sebagai dosen Unpad dan beraktivitas seperti sebelumnya.

"Yang bersangkutan tetap dosen Unpad. Penggantian ini dilakukan sebagai upaya Unpad untuk konsisten menjaga integritas kebangsaan, walaupun yang bersangkutan saat ini tidak lagi aktif dalam organisasi yang sudah dibubarkan tersebut," pungkasnya.  

 

Baca Lainnya