Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan imunisasi saat saat menghadiri Gebyar PENARI tingkat Kota Cimahi di Kecamatan Cimahi Utara, Kamis, 13 Agutus 2026.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan imunisasi saat saat menghadiri Gebyar PENARI tingkat Kota Cimahi di Kecamatan Cimahi Utara, Kamis, 13 Agutus 2026.. [Istimewa]
News

Perkuat Kekebalan Tubuh, Dinkes Intervensi Kesehatan Warga

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan program "Sepekan Mengejar Imunisasi" (PENARI) yang berlangsung pada 10–16 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai intervensi kesehatan strategis guna memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity) serta melindungi anak-anak dari risiko penyakit menular yang memicu kecacatan hingga kematian.

Program yang digelar bertepatan dengan momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menyasar bayi, balita usia 0–59 bulan, hingga anak usia sekolah yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan anak merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas di masa depan.

"Imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga membentuk kekebalan masyarakat. Semakin tinggi cakupan imunisasi, semakin kecil risiko penyebaran penyakit menular. Ini menjadi investasi penting bagi masa depan Kota Cimahi," ujar Ngatiyana saat menghadiri Gebyar PENARI tingkat Kota Cimahi di Kecamatan Cimahi Utara, Kamis, 13 Agutus 2026.

Menurutnya, target Cakupan 93 PersenProgram PENARI dilaksanakan secara masif di 15 kelurahan yang tersebar di Kota Cimahi. Pemerintah daerah menetapkan target tinggi dalam jaminan kesehatan ini, di mana minimal 14 kelurahan harus mampu menembus angka cakupan imunisasi hingga 93 persen. Angka tersebut merupakan standar minimal yang dibutuhkan untuk memicu terbentuknya kekebalan kelompok secara optimal di lingkungan masyarakat.

Guna memaksimalkan jangkauan, pelayanan imunisasi dilakukan secara serentak melalui integrasi berbagai fasilitas kesehatan, meliputi:Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)Rumah Sakit dan KlinikPraktik Mandiri Dokter dan BidanJejaring fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) resmi lainnya.

Hadapi Keengganan WargaMengantisipasi adanya anak yang terlewat, Dinas Kesehatan Kota Cimahi menerapkan strategi jemput bola melalui aksi penelusuran (sweeping). Tenaga kesehatan diterjunkan langsung ke lapangan bersama kader Posyandu dan aparat pemerintah kewilayahan setempat.

“Aksi penyisiran dari rumah ke rumah ini difokuskan untuk memverifikasi ulang data status imunisasi anak, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada orang tua yang masih ragu terhadap keamanan vaksin.” katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkot Cimahi optimistis target proteksi kesehatan anak dapat tercapai secara merata demi mewujudkan generasi emas yang sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Baca Lainnya