Limawaktu.id, Kota Bandung - Lady rocker kenamaan Indonesia, Mel Shandy, membagikan kisah perjalanan karirnya, soal kenangan mendalam tentang kota kelahirannya, Kota Bandung. Kendati banyak seniman yang memutuskan pindah ke Jakarta setelah meraih popularitas, penyanyi kelahiran Bandung ini memilih untuk tetap menetap di tanah kelahirannya meskipun berulang kali mendapat ajakan untuk pindah ke Jakarta maupun Surabaya.
“ andung merupakan kota indah yang memiliki ikatan emosional kuat dan sulit untuk ditinggalkan,” ungkap Mel Shandy, saat dihubungi Limawaktu.id, Kamis, 10 Oktober 2026.
Dirinya memiliki jejak kenangan dan panggung bersejarah di Bandung. Pasalnya, jejak perjalanan musik Mel Shandy yang bermula dari aktivitas vokal di EPK Bandung hingga tampil dari panggung ke panggung di area Parahyangan Plaza sebelum dikenal secara luas
“Dunia musik Bandung pada masa lalu diwarnai oleh tingkat kreativitas yang tinggi walau dengan fasilitas panggung dan gedung kesenian yang masih terbatas,” katanya.
Mel pun mengenang awal karirnya. Penyanyi ini mengungkapkan pahit getir perjuangan masa lalu yang terbilang berat, termasuk pengalaman tidak dibayar oleh pihak produser saat baru meniti panggung.
Mel Shandy menyebutkan, sejumlah tempat bersejarah menjadi saksi bisu pertunjukannya, seperti GOR Saparua, Lapangan Persib (Stadion Persib), hingga Lapangan Pajajaran. Dalam beberapa penampilan terbarunya, ia sempat tampil pada konser akbar Pestapora bersama Charly dan Rossa, serta kerap menggelar pertunjukan secara intimate di rumah atau kafe guna menjaga keamanan penonton
Selain di Bandung, Mel Shandy juga memiliki basis pendengar yang sangat kuat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, lantaran sosok produser awal yang mengorbitkan karirnya berasal dari Jawa Timur
Saat ditanya project terbarunya, Mel Shandy mengaku tengah fokus kolaborasi dengan sang suami untuk menggarap karya orisinal terbaru hasil kolaborasi erat bersama sang suami. Suaminya, Danny Sabian Hamda, yang sebelumnya berprofesi sebagai pelaut selama kurang lebih 23 hingga 25 tahun, kini beralih penuh menjadi musisi, pencipta lagu, pengolah aransemen (arranger), sekaligus gitaris yang mendampingi pertunjukan Mel Shandy.
Menurutnya, di era digital saat ini, Mel Shandy lebih memilih strategi peluncuran karya secara bertahap lagu demi lagu (single) melalui platform digital daripada merilis album fisik yang dinilai kurang menguntungkan.
Mel pun menyebut beberapa karya terbaru yang diciptakan murni bersama sang suami antara lain lagu “Janji Hati", "Intuisi", "Seribu Tanya", "Nyanyian Janji" / "Laut" "Seputih Hati" (Lagu religi yang memadukan unsur qiraat). Seluruh lagu tersebut telah dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi Mel Shandy Official dan Musisi Laut
Mel Shandy secara tegas menyampaikan bahwa seluruh karyanya diproduksi secara murni dan orisinal tanpa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“ Menatap masa depan belantika musik nasional, saya berharap munculnya generasi muda yang siap melanjutkan estafet musik rock Indonesia, mengingat jajaran penyanyi rock senior kini kian sedikit yang aktif,” pungkasnya.