Senin, 3 Desember 2018 11:21

Peringati HDI, Ternyata Serapan Tenaga Kerja Disabilitas di Cimahi Masih Rendah 

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna berfoto dengan salah satu penyandang disabilitas.
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna berfoto dengan salah satu penyandang disabilitas. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Jumlah serapan tenaga kerja dari kaum berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas di Kota Cimahi masih rendah.

Hal itu disampaikan Humas PPDI Kota Cimahi, Eva Arianti didampingi suaminya yang juga menjabat ketua PPDI Kota Cimahi, Muhammad Taufik dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, berdasarkan data Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Cimahi, dari 1600 lebih penyandang disabilitas usia dewasa hanya 30 orang yang sudah bekerja secara profesional.

"Kebanyakan (penyandang disabilitas) di Cimahi jadi buruh pabrik tapi kebanyakan belum bekerja dan masih minim sekali. Yang terserap baru 30 orang," ujarnya.

Ia menuturkan, salah satu penyebab belum terserapnya penyandang disabilitas di dunia kerja karena sosialisasi Undang-undang no 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas belum merata dilakukan kepada perusahaan dan instansi dan lembaga pemerintah.

"Minimal 2 persen, perusahaan harus menyerap tenaga kerja dari penyandang disabilitas. DPRD Kota Cimahi sudah melakukan percontohan dengan memenuhi kuota tersebut dan salah satu perusahaan yang merekrut penyandang disabilitas rungu," ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, fasilitas publik dan fasilitas umum yang ada di Kota Cimahi belum ramah penyandang disabilitas. Seperti di DPRD Kota Cimahi yang belum ada tempat parkir roda tiga bagi penyandang disabilitas. 

Kemudian, sarana publik tangga pendopo DPRD Kota Cimahi yang tidak memiliki akses untuk penyandang disabilitas. Menurutnya, beberapa fasilitas sudah ada untuk penyandang disabilitas seperti guiding blok di seputaran pemkot Cimahi. Namun jumlahnya terbatas.

"Masih sangat minim (fasilitas publik dan umum untuk disabilitas)," katanya.

Ia berharap Kota Cimahi bisa menjadi kota inklusi atau ramah terhadap penyandang disabilitas. Meski tantangannya relatif berat namun pihaknya terus mendorong pemerintah Kota Cimahi mewujudkannya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengakui, fasilitas untuk menunjang para kaum berkebutuhan khusus di Kota Cimahi. Untuk itu, ia meminta dinas terkait seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang untuk melakukan pemenuhan fasilitas publik yang dibutuhkan.

"Jujur diakui belum banyak fasilitas untuk penunjang aktifitas kawan disabilitas. Upaya ke depan, InsyaAlloh kita buat. Dishub sudah ada program penunjang pergerakan kawan disabilitas," ujar Ajay.

Perihal ketersediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas, lanjut Ajay, ia menyatakan akan mengecek ke semua dinas di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Hal itu dilakukan untuk mengetahui berapa penyandang disabilitas yang bisa diterima di dinas.

"Terus kan di dewas sudah ada dan dibeberapa industri yang sudah ada yang bekerja," tandasnya.

Baca Lainnya