Selasa, 20 Maret 2018 19:41

Penyelesaian Flyover Padasuka Bergantung Pada Hasil Lelang dan Intsruksi PT KAI

Reporter : Fery Bangkit 
Lokasi Proyek Pembangunan Flyover Padasuka yang Terhenti.
Lokasi Proyek Pembangunan Flyover Padasuka yang Terhenti. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Proses penyelesaian flyover Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi bergantung pada hasil lelang.

Saat ini, berkas lelang mega proyek senilai Rp 17 miliar itu telah masuk ke bagian Unit Pengadaan Barang dan Jasa ata ULP Kota Cimahi.

"Dokumen sudah masuk ULP. Mudah-mudahan tidak ada lelang gagal lagi," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Cimahi, Ahmad Nuryana saat ditemui di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Selasa (20/3/2018).

Seandainya pemenang lelang sudah ditetapkan pada April mendatang, kemungkinan proses penuntasan proyek yang dimulai sejak 2016 itu bisa dimulai.

Pada prosesnya nanti, pihak DPUPR harus berburu dengan waktu. Bila tidak ingin tertunda lagi, pembangunan lanjutan harus selesai akhir Mei nanti.

Pasalnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak PT KAI, tanggal 1 hingga 30 Juni 2018 tidak boleh ada aktifitas pembangunan. Sebab, berbenturan dengan musim mudik lebaran tahun 2018.

"Berarti 30 Mei harus selesai. Paling tidak, minimal pengecoran," kata Achmad.

Sebetulnya, lanjut Achmad, bila pengerjaan efektif, proses penyelesaian akan tuntas dalam kurun waktu sebulan. Pasalnya, kini hanya tinggal pemasangan girder kiri dan kanan, pemasangan bridge deck dan pengecoran lantai.

"Kita lihat perkembangan lelang. Kalau diefektifkan sebulan bisa selesai," tandas Ahmad.

Berdasarkan catatan, flyover Padasuka mulai dibangun September 2016, dan ditargetkan selesai akhir 2016. Namun, pada kenyataanya, pembangunan pun dihentikan karena tidak boleh ada aktifitas pembangunan saat musim natal dan tahun baru sesuai intruksi PT KAI.

Pembangunan terhenti dan diklaim mencapai 77%, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 14 miliar.

Tahun 2017, PUPR kembali mewacanakan pembangunan lanjutan flyover Padasuka, dengan anggaran penyelesaian mencapai sekitar Rp 3 miliar. Namun hingga akhir tahun 2017, pembangunan fisik pun tak kunjung dilaksanakan.

Kini, dengan belum pasti hasil lelang keluar kapan dan instruksi terbaru dari PT KAI, DPUPR belum bisa memastikan apakah flyover bisa digunakan pada lebaran tahun 2018 atau tidak.

Ahmad hanya mengatakan, minimal pada akhir Mei nanti, proses pengecoran sudah bisa dilaksanakan. "Tinggal sekitar 20 persen," ucapnya.